Yusri Latif: Tradisi Balanjuang Harus Dilestarikan

oleh -45 views
Tradisi balanjuang yang hingga kini masih dilaksanakan pemuda Binuang Kampuang Dalam, Kec. Pauh Kota Padang.

PADANG (BM)– Tradisi makan bajamba, mungkin sudah biasa. Bahkan dari jauh-jauh hari, waktunya pun sudah ditetapkan dan disepakati bersama. Berbeda dengan tradisi makan balanjuang. Pelaksanaannya tak pernah diduga-duga, spontan dan bilo takana saja.

Balanjuang yang memang hanya ada di Ranah Minang, bertujuan agar tali persahabatan dan kekeluargaan dengan teman-teman, akan lebih akrab dan menyatu.

“Balanjuang hampir setiap malam kami lakukan. Siapa saja boleh ikut dalam kegiatan ini,” kata tokoh muda Binuang Kampuang Dalam, Kec. Pauh Kota Padang, Yusri Latif didampingi Ketua Pemuda Kampung Dalam, Afrizal Rajo Jambi, saat balanjuang Senin (3/12) malam.

Dikatakan, sebagai salah satu budaya turunan sejak zaman dulu kala, tradisi balanjuang harus terus dilestarikan. Selain sebagai ajang berkumpul dan bertukar informasi, tradisi balanjuang juga dapat memperkokoh semangat gotong royong.

“Semua proses balanjuang dilakukan secara bersama-sama. Mulai dari pencarian bahan (lauk), memasak, hingga menyantap hidangan,” kata Latif diamini Boni.

Sebagaimana diketahui, tradisi balanjuang atau makan bersama ini sudah turun termurun sejak dahulunya di Ranah Minang. Saat ini,  penggerak acara balanjuang sangat kurang, padahal peluang ini sangat menguntungkan, bila seseorang dengan jeli dapat melihatnya.

Baca Juga :   16 Pucuk Senjata Api Petugas Lapas Terbakar Saat Kericuhan di Kabanjahe

Dalam acara Balanjuang rasa bahagia sangat terasa karena semua anggota ikut balanjuang terlibat langsung dalam memproses sampai makanan masak dan dihidangkan di atas daun pisang. (*)