Wow…!12 Kepala Daerah di Jatim Terjerat KPK, Ini Komentar Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Khofifah-Emil

oleh -53 views
Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih Emil Elestianto Dardak. (foto net)

JAWATIMUR, (BM) – 12 Kepala daerah di Jawa Timur terjerat kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam dugaan tindak pidana korupsi. Bagaimana tanggapan Khofifah Indar Parawansa sebagai pemegang tongkat estafet kepemimpinan di Jatim?

Dikonfirmasi sejumlah wartawan usai melakukan pelantikan pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) di Pendapa Trenggalek, Khofifah enggan berkomentar terkait rentetan kasus dugaan korupsi para bupati/walikota tersebut.

Ia berdalih belum menjadi kapasitasnya, karena belum dilantik sebagai Gubernur Jawa Timur.

“Nanti saja kalau sudah dilantik. Kalau Pak Emil boleh (berkomentar) tapi sebagai bupati jangan sebagai wagub terpilih ya,” katanya, Sabtu (13/10/2018).

Sementara itu Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak mengaku prihatin dengan kasus yang menjerat 12 kepala daerah tersebut. Ia mengaku mengenal baik para bupati maupun walikota yang terjerat kasus hukum itu sebagai kolega sesama pemimpin daerah.

“Ya tentunya kami merasa sedih, karena bagaimanapun juga saya secara pribadi juga kenal dengan beliau-beliau, mereka sosok-sosok yang ramah. Kebanyakan sudah jadi bupati duluan dari saya, sudah jadi walikota duluan dari saya. Meskipun mereka lebih tua tetapi tetap menganggap saya sebagai seorang kolega,” ujar Emil.

Baca Juga :   Sri Mulyani Konfirmasi Indonesia Bakal Masuk Resesi

Pihaknya juga enggan berkomentar lebih dalam terkait perkara yang telah masuk dalam penyidikan maupun penuntutan KPK tersebut. Pihaknya mengaku akan fokus dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai kepala daerah dan menata sistem birokrasi di wilahnya sebaik mungkin.

Sebagai manusia wajar merasa sedih, di sisi lain kita harus mawas diri, harus banyak berdoa. Di jabatan seperti ini memang saya tidak bisa menggeneralisir apa yang terjadi kepada beliau-beliau. Saya tidak dalam posisi berkomentar, hari ini kalau kita mau ngomong putih, ya diri kita sendiri yang tahu,” jelasnya.

Suami pesohor Arumu Bachsin ini menambahkan, berbagai upaya pencegan terhadap tindak pidana korupsi maupun penyimpangan telah dilakukan pemerintah daerah melalui berbagai macam hal, termasuk mendatangkan langsung KPK ke Trenggalek.

Artinya apa, perizinan misalnya, waktu itu KPK (divisi pencegahan) datang ke sini. Saya ajak untuk meninjau perizinan, ada atau tidak di situ, kemudian kemarin ada izin tambang tahun 2016 kita buka forumnya, jadi tidak mikir-mikir gitu,” imbuhnya.

Baca Juga :   LLI Kota Depok Siap Bekerjasama dengan Pemkot Berdayakan Lansia

Berbagai cara dilakukan sebagai bentuk upaya pencegahan, meski demikian hal tersebut tidak serta merta akan menghilangkan ruang-ruang untuk penyimpangan. Namun pihaknya memastikan akan berjuang terus untuk membangun kepercayaan masyarakat.

“Supaya masyarakat mau menjadi satu dengan pemerintah untuk sama-sama membangun Trenggalek,”pungkasnya. (r/dtc)

editor : helmy piliang
sumber : detik.com