Waspada, Juprison dan Warga Siaga Banjir Hingga Dini Hari di Tepi Batang Kuantan

oleh -40 views
Tokoh muda Pangean, Juprison bersama warga siaga banjir, Senin (5/11) dinihari. Warga diingatkan untuk tetap waspada terhadap banjir susulan. (foto : ardya)

KUANSING, (BM) –Hujan deras di hulu Sungai Batang Kuantan mengakibatkan volume air bertambah sejak Jumat hingga Senin (2-5/11) di kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

Banjirpun terus merendam rumah-rumah warga yang ada di sepanjang aliran sungai. Mulai dari kecamatan Hulu Kuantan, Kuantan Mudik, Gunung Toar, Kuantan Tengah, Sentajo Raya, Benai, Pangean, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang, Inuman dan Cerenti.

Tak hanya itu, akibat banjir, duka mendalam juga dirasakan masyarakat yang ada di pinggir sungai. Pasalnya, ada ribuan hektar sawah yang sudah ditanami padi siap tanam. Tentu kondisi ini mengakibatkan para petani gagal panen. Bahkan ada juga yang gagal tanam.

Salah seorang Tokoh Muda Kuansing asal Pangean yang berdomisili di Desa Sukaping Pangean, Juprison mengaku rumahnya juga terendam banjir sejak hari Minggu hingga Senin kemarin.

Ia ikut merasakan banjir bersama ribuan warga yang ada tersebar di sepanjang aliran Sungai Kuantan yang aliran airnya berasal dari kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat.

Karena itu, Ia turut mengingatkan sekaligus menghimbau masyarakat yang sama-sama merasakan banjir dengannya untuk tetap waspada. Bahkan Ia bersama warga Pangean sekitarnya pun memilih siaga terhadap banjir ini hingga dini hari.

Baca Juga :   Adies Kadir Terpilih Jadi Ketum Ormas MKGR

“Banjir bisa datang tiba-tiba. Apalagi hujan masih melanda wilayah hulu Sungai Kuantan. Ini ancaman terhadap kami di hilir. Mulai dari Pangean, hingga Cerenti. Tentu kita harus terus siaga sampai dini hari,” ungkap Juprison kepada wartawan, kemarin.

Dari informasi yang diperoleh Juprison, kondisi air di hulu mulai surut. Jika hujan terus melanda. Banjir akan terus merendam rumah-rumah warga.

Ia pun berharap banjir segera surut agar masyarakat bisa beraktivitas seperti semula. Sehingga kesehatan dan ekonomi warga tidak terganggu.

“Akses kami untuk menjangkau desa yang satu dengan desa yang lainnya terganggu. Karena air cukup tinggi. Kami harus mencari tempat yang lebih tinggi untuk bisa istrahat,” jelasnya lagi.

Banjir yang sudah cukup lama merendam rumah-rumah warga dan lahan-lahan pertanian, warga pun terus bertanya soal kepeduliaan pemerintah daerah saat ini. Apalagi banjir telah membuat warga tidak bisa beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Biasanya kami yang rumah terendam dapat bantuan. Bagi sebagian orang mungkin bantuan itu tidak diperlukan. Kalau ada, ya ada. Kalau tidak ada juga tidak apa-apa. Tapi bagi sebagian yang lain, mereka butuh bantuan makan. Pakaian dan sebagainya. Sedangkan bagi yang tanaman padinya terendam, mereka butuh bantuan bibit agar bisa menyemai kembali. Kepeduliaan itu yang harus diberikan kepada kami yang terdampak banjir,” jelasnya kembali.

Baca Juga :   3.000 Relawan Medis Akan Dikirim ke Daerah yang Kekurangan Dokter

Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kuansing non aktif yang sekarang lagi menjadi calon anggota DPRD Kuansing dari Golkar untuk daerah pemilihan Pangean, Logas Tanah Darat, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang, Inuman dan Cerenti ini meminta warga tetap waspada.

Baik terhadap keselamatan dan kesehatan. Maupun terhadap keamanan di rumah. “Dan kita harus tetap siaga dalam kondisi apapun,” diingatkannya.(*).

laporan : ardya chaniago
editor : helmy piliang