Waspada Cuaca Ekstrem di 22 Provinsi hingga 29 September

oleh -21 views

Kabarsiana.com, JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang sampai lebat disertai petir dan angin kencang pada 27-29 September 2020. Cuaca ekstrem tersebut diperkirakan terjadi di 22 provinsi.

BMKG menyebut terjadi fenomena Rossby Ekuatorial yaitu pergerakan sistem konvektivitas udara di atmosfer yang berpropagasi ke arah barat dan melewati wilayah Indonesia. Selain itu terjadi juga fenomena Madden Jullian Oscillation yaitu pergerakan sistem konvektifitas udara di atmosfer yang berpropagasi ke arah timur dan melewati wilayah Indonesia.

Kondisi tersebut diperkuat dengan anomali hangat suhu muka laut di perairan Indonesia dan terbentuknya daerah perlambatan dan pertemuan angin (konvergensi) yang memanjang di pesisir barat Sumatera, Selat Karimata, sebagian Pulau Jawa, Selat Makassar hingga Laut Banda. Lalu didukung dengan kondisi atmosfer yang hangat dan lembab di sebagian besar wilayah Indonesia.

“Hal ini memberikan kontribusi pada peningkatan massa udara basah yang mendukung terbentuknya awan-awan hujan dalam beberapa hari ke depan,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto melalui keterangan tertulis, Minggu (27/9).

Baca Juga :   Legislator Minta Posisi Evi Ginting di KPU Dikembalikan

Oleh sebab itu BMKG memprediksi 22 provinsi akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diserta petir dan angin kencang. Fenomena itu diperkirakan terjadi hingga tiga hari ke depan.

Sebanyak 22 provinsi tersebut yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Lalu Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Untuk wilayah Jabodetabek, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Bogor. Sementara Jakarta diperkirakan mengalami hujan sedang hingga lebat pada 27 September 2020 dengan kondisi relatif menurun untuk dua hari ke depan.

Masyarakat diimbau waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai petir, hujan es, dan lain-lain. Dampak yang dapat ditimbulkan juga perlu diwaspadai seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

Baca Juga :   17 Alat Sensor Pendeteksi Gempa Terpasang di Maluku

“Kondisi tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan dinamika atmosfer di Indonesia, BMKG tetap terus memonitor dan melakukan update perkembangan,” ucapnya.(*/ini)