Wabup Solok Ajak Orangtua Awasi Anak dari Pengaruh LGBT dan Narkoba

oleh -57 views

SOLOK, BM– Wakil Bupati Solok Sumatera Barat, Yulfadri Nurdin, mengajak semua orang tua di daerah itu, untuk bersama-sama mengawasi putra/putri mereka dari pengaruh negatif perilaku menyimpang Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) dan Narkoba.

Ajakan itu disampaikan Wakil Bupati Yulfadri Nurdin diacara Seminar Sehari Peranan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan Lembaga Layanan dalam rangka menanggulangi LGBT dan Narkoba di Kabupaten Solok, di Ruangan Solok Nan Indah, Senin (17/12).

Acara yang antusias diikuti seluruh peserta itu, dihadiri Ketua GOW Kabupaten Solok Dahliar Yulfadri Nurdin, Kepala SKPD di lingkup pemkab setempat dan hadirin tamu undangan lainnya.

Wakil Bupati Yulfadri Nurdin menyebutkan dengan seminar sehari itu, kita bisa pahami bersama dampak buruk pengaruh negatif dari LGBT dan narkoba bagi generasi muda.

Untuk kemudian kata Wakil Bupati mengemukakan, bisa segera dicarikan solusi langkah usaha dalam mengatasinya.

Wabup Solok, Yulfadri saat membuka seminar sehari GOW Kab. Solok.

Yulfadri Nurdin juga berharap generasi muda saat ini tidak mudah terpengaruh oleh hal- hal yang bersifat negatif, yang dapat membuat rusaknya mental dan kepribadian generasi muda kita.

Baca Juga :   Masih Banyak Korban di Dalamnya, Badan Pesawat Lion Air JT-610 Tak Kunjung Ditemukan

Sebelumnya, Ketua GOW Kabupaten Solok Dahliar Yulfadri Nurdin di acara itu mengatakan, kegiatan seminar sehari tersebut dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Ibu, yang puncak acaranya diadakan di Sumatera Barat tepatnya di Kota Bukittinggi.

Dahliar mengajak semua elemen masyarakat, untuk bersama-sama memerangi pengaruh negatif bahaya Narkoba dan LGBT khususnya di Kabupaten Solok.

Dahliar juga mengajak semua orang tua, untuk membuat anak-anaknya lebih betah di rumah dan juga lebih terbuka kepada anak-anak.

Sehingga katanya, setiap perkembangam dan perubaham tingkah laku anak, dapat diawasi secara seksama.

“Hal itu dilakukan guna mencegah dan mengantisipasi terjadinya penyimpangan perilaku negatif pada anak,” tutur Dahliar. (angga/rjt)