Viral Video Baralek di Masjid Nurul Iman, MUI Sumbar: Ini Pelanggaran Adab, Memalukan!

oleh -50 views
Video viral pelaksanaan resepsi perkawinan di Masjid Nurul Iman Padang ini, sintak menghebohkan jagad dunia maya.

PADANG (BM)– Video penggunaan lantai dua Masjid Nurul Iman menuai protes warga. Video tersebut merekam aktivitas resepsi pernikahan.

Ketua Pengurus Masjid menyebut penggunaan lantai dua untuk resepsi bukan pertama kali dilakukan. “Kegiatan di lantai dua sangat beragam mulai dari seminar, rapat, pelatihan, pelatihan, wisuda, lomba dan juga baralek,” sebut ketua pengurus masjid, Mulyadi dilansir prokabar.

Dalam setiap kegiatan pengurus memiliki ketentuan yang harus dipenuhi oleh penyewa.

“Aturan pemakaian tempat dibuat oleh masjid diantaranya bernuansa islami, tidak mengganggu kegiatan ibadah di lantai bawah lingkungan masjid dan masyarakat sekitar,” lanjutnya.

Sekaitan dengan kejadian pada hari Minggu (28/10) pengurus masjid mengaku tidak ada musik yang berlebihan. Penggunaan keyboard di acara resepsi tersebut, dibawa oleh tim nasyid dengan menyanyikan lagu islami.

Namun pihak pengurus mengaku akan melakukan evaluasi penggunaan area lantai dua tersebut.

“Atas nama pengurus masjid kita minta maaf atas kejadian ini.Dan kedepan akan kita tinjau ulang penggunaan lantai dua ini,” kata Mulyadi.

Baca Juga :   AKBP Fibri Karpiananto Pamit, Personil dan Bhayangkari Lepas dengan Haru dan Sedih

Sementara itu dalam pandangan MUI Sumbar, penggunaan masjid untuk resepsi adalah pelanggaran adab.

“Peristiwa ini sangat memalukan. Faktanya, ruangan tersebut digunakan untuk kegiatan ”baralek” yang menggunakan acara orgen. Perbuatan seperti itu merupakan kesalahan dan pelanggaran adab terhadap masjid. Di tambah lagi dengan keberadaan kantor MUI Sumbar dan MUI Kota Padang di sana sehingga membuat MUI juga menjadi sasaran umat mempertanyakan persoalan tersebut,” tulis Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazhar di laman Facebooknya.

MUI Sumbar juga meminta pengurus masjid meminta maaf kepada umat karena mengusik warga. (*)

 

Editor: Ryan Syair