Usus Babi “Beterbangan” di Parlemen Taiwan

oleh -31 views

Kabarsiana.com, TAIPEI – Parlemen Taiwan riuh dan “chaos” saat isi perut babi “beterbangan” dan perselisihan sengit terkait pelonggaran impor daging babi dari Amerika Serikat (AS).

Anggota parlemen dari oposisi menilai keputusan pemerintah baru-baru ini untuk mengizinkan impor daging babi AS yang mengandung ractopamine, yakni aditif yang dilarang untuk penggunaan babi di Taiwan dan Uni Eropa, merupakan ancaman kesehatan.

Anggota parlemen dari partai oposisi utama Taiwan Kuomintang (KMT) terlihat melemparkan ember usus babi ke Perdana Menteri Su Tseng-chang untuk menghentikannya mengambil pertanyaan di parlemen hari ini waktu setempat.

Dikutip Reuters, beberapa anggota parlemen terlihat saling baku hantam antara anggota parlemen KMT dan Chen Po-wei dari Partai Pembangunan Gedung Negara Taiwan.

Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa pun tidak tinggal diam dan menyangkal tuduhan itu. Mereka meminta anggota parlemen kembali ke debat rasional.

Mereka mengutuk aksi pelemparan usus babi itu dan menyebutnya sebagai pemborosan makanan.

Sebelumnya, pada Agustus lalu, Washington menyambut baik keputusan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen untuk melonggarkan impor daging babi AS mulai 1 Januari tahun depan.

Baca Juga :   Viral, Aliansi Dokter Sebut Covid-19 Tak Nyata

Langkah tersebut langsung membuat oposisi “gerah” dan memanfaatkan keprihatinan publik atas keamanan pangan setelah serangkaian skandal baru-baru ini.

Akhir pekan lalu dalam demonstrasi tahunan “Autmn Struggle”, pengunjuk rasa mengangkat tinggi-tinggi balon babi tiup raksasa yang menentang impor.

Diketahui, parlemen Taiwan memang kerap terjadi keributan saat membahas suatu masalah. Di parlemen ini kerap terjadi aksi pukul, saling menjenggut rambut, melempar botol plastik dan balon air selama bertahun-tahun. Bahkan pada Juli 2017, para legislator ini saling mengangkat dan melempar kursi ketika mereka memperdebatkan RUU belanja infrastruktur. (*/amr)