Tour de Kepri Dinilai Sukses Sedot Kunjungan Wisman

oleh -46 views

TANJUNGPINANG (BM)–Ajang Tour de Kepulauan Riau (Kepri) yang digelar 28-30 September lalu, dinilai berdampak positif terhadap pergerakan perekonomian khususnya para pelaku usaha di wilayah perbatasan tersebut.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan kegiatan itu merupakan bagian strategi Kemenpar dalam menyedot wisatawan mancanegara khususnya yang berada di dekat wilayah perbatasan tersebut.

“Batam (Kepri) memiliki potensi yang luar biasa. Terutama untuk border tourism. Nah, kita akan mengejar dan coba menyedot wisman dari perbatasan seperti Singapura dan Malaysia,” kata Arief, dalam keterangan tertulis, Rabu (3/10).

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata, Masruroh juga ikut senang karena acara ini dapat membantu meningkatkan perekonomian.

“Inilah keunggulan sport tourism yang melibatkan peserta mancanegara. Sebab, peserta sudah berubah menjadi wisatawan saat dia spending. Belum lagi jika mereka membeli cendera mata,” kata Masruroh.

Dampak Langsung

General Manager CK Hotel Tanjungpinang, Sutisna mengatakan ada dampak langsung dampak dari Tour de Kepri karena hampir seluruh peserta lomba balap sepeda menginap di sana.

Baca Juga :   16 Negara Masih "Bebas" Pandemi Corona

Selain itu, CK Hotel menjadi lokasi flag off etape II Tour de Kepri. Para peserta  sendiri menempuh perjalanan sepanjang 135 Km dengan rute CK Hotel sebagai lokasi awal menuju garis finis di Bintan. Selanjutnya, para peserta dibawa menggunakan kapal Roro ke Batam.

Sutisna menuturkan acara seperti Tour de Kepri membuat tingkat hunian hotelnya naik hingga dua kali lipat. Pada hari normal, CK Hotel menerima sekitar 40 tamu per hari.

“Dengan hadirnya event seperti Tour de Kepri, jumlah hunian di hotel kita naik drastis. Mendekati 200 kamar yang terisi. Sedangkan total kamar yang kita miliki sekitar 240. Makanya kita juga memberikan pelayanan terbaik. Karena di momen inilah kita benar-benar diuji,” tutur Sutisna.

Sutisna mengaku ada satu hal menarik dari Tour de Kepri 2018, yaitu peserta makan pagi pukul 05.00 WIB.

“Dari sinilah perputaran ekonomi terjadi. Pertama, kita biasanya menyiapkan sarapan paling pagi pukul 06.00 WIB. Sedangkan sekarang lebih pagi dengan jumlah yang lebih banyak. Artinya, kita pun harus membeli tambahan bahan makanan,” katanya. (*)

Baca Juga :   Ribuan Warga Melbourne Tolak Tes Virus Corona

 

 Sumber: cnnindonesia

Editor: Ryan Syair