Todong Suami Istri dan Anak, Perampok Bersenpi Gondol Uang Kerugian Korban Rp500 Juta

oleh -46 views
Aparat Polres Kuansing mendatangi tkp rumah korban perampokan di kecamatan Singingi Hilir, Minggu (21/10). (foto : Ardya)

KUANGSING, (BM) –Tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) kembali terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau.

Kali ini terjadi di Desa Sumber Jaya Kecamatan Singingi Hilir. Empat orang perampok berhasil menggondol uang sebesar Rp450 juta dan perhiasan lainnya dari rumah Yanwar Kartin, Ahad (21/10).

Aksi perampokan yang terjadi sekitar pukul 02.15 tersebut berawal dari adanya suara pecahan kaca di rumah bagian depan korban. Mendengar suara itu, Yanwar dan isteri mencoba mendekati asal suara tersebut.

Sesampainya di ruang tamu, empat perampok langsung menodongkan senjata api ke sang isteri sambil menanyakan dimana letak uang.

Dengan rasa ketakutan, isteri Yanwar langsung menunjukan tempat penyimpanan uang yang ada di dalam tas miliknya berjumlah Rp15 juta. Setelah itu, kawanan rampok tersebut mengobrak-abrik laci tempat penyimpanan perhaisan.

Hasilnya, kawanan rampok tersebut berhasil mengambil perhiasan milik korban.

Tidak puas sampai disitu, kawanan rampok mengancam akan membawa anak korban atas nama Nabila jika tidak menyerahkan uang yang lainnya. Dengan panik, isteri Yanwar menunjukan tempat penyimpanan uang yang berjumlah Rp450 juta.

Baca Juga :   Istana Minta Kemenkes Diaudit

Kapolres Kuansing AKBP Fibri Karpiananto SH SIK melalui Kasubbag Humas AKP Kadarusmansyah membenarkan adanya perampokan tersebut.

Menurut Kadarusmansyah, kasus tersebut sedang dalam penyelidikan aparat kepolisian Polres Kuansing dan Polsek Singingi Hilir.

“Iya. Kasus ini sedang dalam penyelidikan. Keempat pelaku menggunakan tiga unit sepeda motor dengan menggunakan masker dan helm. Mereka mengancam korban dengan senjata api laras panjang. Total kerugian Rp500 juta. Saat ini (Pelaku) sedang kita kejar,” kata Kadarusmansyah, ketika dikonfirmasi wartawan Media ini, Senin (22/10). (*)

Laporan : Ardya Chaniago
Editor : Helmy Piliang