TKSI Sumbar, Menolak Punah dengan Cinta

oleh -124 views

STEREOTIPE yang kerap menyebut jika kumpulan atau komunitas pecinta otomotif itu cuma sekadar ajang pamer kendaraan, doyan kebut-kebutan dan acap bikin macet karena sering konvoi di jalanan, tidak sepenuhnya benar. Setidaknya, aggapan negatif itu ditepis komunitas pecinta mobil kijang tua yang tergabung dalam wadah Toyota Kijang Super Indonesia (TKSI) Sumbar.

Ketua TKSI Sumbar, Alfan Yudith memasangkan stiker saat peresmian penerimaan anggota baru.

Selain sebagai ajang merajut silaturrahmi dan menambah dunsanak dalam satu kesamaan hobi, TKSI Sumbar yang resmi dideklarasikan di Kota Padang pada Juli 2017 lalu itu, bahkan memiliki beberapa giat rutin yang menjadikannya berbeda dengan klub-klub mobil kebanyakan. Apa saja? Berikut penuturan Ketua TKSI Sumbar, Alfan Yudith kepada batammedia.com tadi malam.

“TKSI adalah komunitas yang mewadahi para pengguna dan pecinta mobil kijang tua. Selain faktor kesamaan hobi, TKSI juga terlahir dari kesamaan visi seluruh anggota. Sama-sama mencintai mobil (kijang) tua dan sama-sama menolak kepunahannya,” kata Alfan.

Camping ground melibatkan seluruh anggota TKSI Sumbar dan keluarga tercinta.

Dalam rentang setahun lebih perjalanannya terang Alfan, TKSI Sumbar terus mengokohkan diri sebagai satu dari puluhan klub mobil yang terbukti telah berhasil mencuri perhatian banyak pihak, khususnya kalangan pengguna Toyota Kijang. Betapa tidak, dari yang awalnya hanya terdiri dari 12 orang anggota saja, kini bahkan sudah berhimpun sebanyak 250 lebih para owner dan pecinta kijang tua se Sumatera Barat.

Baca Juga :   Tiap 3 Jam Terjadi Kejahatan di Jakarta Selatan
Alfan menyerahkan bantuan bibit pohon dalam rangkaian family gathering TKSI Sumbar di Sawahlunto, 6 Januari 2019 lalu.

Tentu tak terbayangkan, betapa menyemutnya mereka jika sudah berkonvoi di jalan raya. Dan entah bagaimana pula bentuknya jika mereka sudah terkonsentrasi di satu titik kumpul di setiap rangkaian acara?

“Bukan konvoinya yang dikedepankan. Bukan pula kumpul-kumpulnya yang ditonjolkan. Lebih dari itu, ini adalah bukti dari begitu lekatnya rasa persaudaraan, soliditas dan kekeluargaan kami di TKSI Sumbar. Dan yang paling utama, adalah muatan-muatan yang kami gulirkan di setiap rangkaian kegiatan,” ujar Alfan.

Foto bwrsama pada momentum perayaan 1 tahun TKSI Sumbar di Pantai Gandoriah Pariaman.

Alfan menyebut, muatan-muatan penting dari berhimpunnya para pecinta kijang tua dalam wadah TKSI Sumbar, terikat dalam satu semangat kepedulian dan sensitifitas sosial kemasyarakatan, alam dan lingkungan. Sejak didirikan pungkasnya, giat rutin TKSI Sumbar juga lebih diorientasikan pada hal-hal positif, produktif dan bersifat sosial.

“Ya, selain kopdar rutin bulanan sebagai ajang silaturrahmi antar sesama anggota, kita juga mempunyai agenda rutin yasinan bulanan, kunjungan panti asuhan, bakti sosial dan bahkan olahraga bersama. Teranyar, kita juga melakukan aksi tanam dan bagi-bagi pohon pada acara family gathering di Kandih Kota Sawahlunto, 6 Januari lalu. Jadi tidak hanya bersosial, kami juga cinta dan peduli pada kelestarian alam dan lingkungan,” papar Alfan.

Baca Juga :   Pelalawan Apel Siaga Penanggulangan Banjir
Menyerahkan bantuan dalam rangkaian aksi TKSI Sumbar peduli bencana galodo Solok.

Lebih dari 250 anggota yang kini tergabung di TKSI Sumbar imbuh Alfan, semuanya tersebar merata di hampir seluruh daerah di Sumbar. Karena memang, TKSI membuka peluang seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin bergabung. Syaratnya terang Alfan, tidaklah muluk-muluk, tapi mutlak. Yakni memiliki kendaraan jenis Kijang Super all varian.

‚ÄúSelain untuk menambah dunsanak, lewat komunitas ini kita juga bisa sharing tentang mobil kijang. Kita semua tahu mobil kijang adalah mobil tua yang susah-susah gampang merawatnya, namun disini kita mencintainya dan menolak punah keberadaannya,” ujar Alfan.

Silaturrahmi dan kopdar TKSI Sumbar guna memupuk semangat kekeluargaan.

Di ujung perbincangan, Alfan menyebut jika kehadiran TKSI Sumbar diharapkan bisa menjadi contoh bagi komunitas-komunitas mobil lainnya. Karena di setiap kesempatan, dia selalu menekankan kepada anggota akan arti pentingnya safety riding dan keselamatan. Selain diimbau untuk tertib dan mematuhi segala aturan saat berkendara, Alfan juga mengajak seluruh anggotanya untuk bisa menjadi pelopor keselamatan lalu lintas di jalan raya.

“Kebiasaan tertib berlalu lintas, sangat penting bagi semua pengendara. Tak terkecuali bagi kami di TKSI Sumbar. Insha Allah, kami siap bekerjasama dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” tandas Alfan. (ryan syair)