Tersesat di Hutan Belantara, Belasan Warga Lubuk Ambacang Temukan Air Terjun Empat Tingkat Dengan Ketinggi 30 Meter di Hulu Kuantan

oleh -43 views
Warga Lubuk Ambacang yang menemukan Air Terjun Empat Tingkat Jodoh di Kawasan Hutan Sibalobak, Desa Lubuk Ambacang sedang menikmati indahnya air terjun yang baru ditemukan, Minggu (21/10/2018). (foto : ardya)

KUANSING, (BM) – Belasan masyarakat Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau menemukan satu lagi objek wisata alam tanpa disengaja. Penemuan air terjun empat tingkat yang berada di kawasan Sibalobak ini, berawal dari tersesatnya belasan warga Lubuk Ambacang saat mensurvey jalan untuk menarik kayur jalur, Minggu (21/10).

Hal itu disampaikan salah seorang tokoh muda Kecamatan Hulu Kuantan, Dicko Supardi kepada wartawan BATAM MEDIA. COM, perwakilan Kuantan Singingi (Kuansing) di Lubuk Ambacang, Selasa (23/10). Menurut Dicko, saat itu masyarakat Lubuk Ambacang melakukan gotong royong pembuatan jalur Pendekar Hulu Bukit Tabandang (PHBT). Setelah dua jam tersesat, rombongan bertemu dengan air terjun yang begitu menawan.

“Tidak sengaja. Kami mencari kayu jalur yang sudah ditebang sepekan sebelumnya. Karena posisinya di huta belantara, kami kehilangan arah. Sehingga kami terhenti di air terjun tersebut. Rombongan sempat mandi dan berenang sambil menikmati suasana kolam yang indah itu,”kata Dicko.

Sejak ditemukan objek wisata air terjun yang saat ini diberi nama air terjun Jodoh tersebut. Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi mulai mencari informasi tentang keberadaan air terjun yang berada persis di hutan belantara Sibalobak, desa Lubuk Ambacang yang wilayahnya berbatasan langsung dengan hutan belantara Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat itu. Apalagi sejak dua hari yang lalu menjadi viral setelah beredar di media sosial.

Baca Juga :   Pererat Tali Silaturahmi, Kalapas Narkotika Tanjungpinang Kunjungi Dandim 0315/Bintan

“Air terjun Jodoh ini kami saja yang memberi nama. Sebab, kalau dilihat dari hulunya, ada dua anak sungai yang mengalir. Namun sesampainya di kolam, kedua aliran sungai itu menghasilkan air terjun yang indah dengan tinggi sekitar 30 meter,”ujarnya.

Mengenai penemuan objek wisata baru tersebut, Kepala Desa Lubuk Ambacang, Ardison, berharap Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dan Pemerintah Provinsi Riau, hendaknya lebih serius mengelolah potensi wisata yang ada di bagian hulu kabupaten Kuantan Singingi ini. “Pemkab Kuansing hendaknya serius mengelolah potensi wisata yang ada di Hulu Kuantan,”harap Ardison.

Menurutnya, di wilayah pemerintahan desa Lubuk Ambacang cukup banyak terdapat objek wisata alam yang selama ini banyak dikunjungi baik oleh masyarkat setempat, masyarakat Kecamatan Hulu Kuantan, Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi hingga masyarakat luar Kuansing yang berkunjung ke daerah ini.

Sedikitnya, ada tiga air terjun yang indah, asri dan menawan yang sudah mulai dikenal namun karena kurang didukung insfrastruktur dan transportasi yang memadai dari pasar Lubuk Ambacang yang juga merupakan ibukota kecamatan Hulu Kuantan ini. Di kawasan hutan belantara Lubuk Ambacang terdapat, Air Terjun 7 tingkat Batang Koban yang sudah terkenal, air terjun batang ogan yang sering disebut ngarai dan terakhir barusan ditemukan air terjun Jodoh Sibalobak 4 tingkat.Namun keindahannya tiada tara karena berada di kaki bukit Barisan punggung pulau Sumatera.

Baca Juga :   Polda Banten Edukasi Masyarakat di Pesisir Pantai

Jarak tempuh dari Lubuk Ambacang untuk sampai ke destinasi wisata baru ini menggunakan boat lebih kurang setengah jam lebih. Lokasinya di hulu air terjun tujuh tingkat Batang Koban. Sebelum mencapai air terjun ini, pengunjung akan disuguhi pemandangan tebing batu cadas sungai Kuantan yang tidak bisa dinikmati pengunjung jika bertandang ke air terjun tujuh tingkat Batang Koban.

Dari pinggiran sungai Kuantan, untuk mencapai air terjun Jodoh Sibalobak harus menempuh jarak 500 meter. Dapat mengunakan perahu atau berjalan kaki dipinggiran sungai Sibalobak. Lokasinya tepat di lokasi rencana pembangunan PLTA Lubuk Ambacang. Panorama air terjun dapat dilihat sekaligus dengan panaroma hutan perawan, sejuk dan asri.

“Cocok untuk menghilangkan kejenuhan, refhreshing sambil mandi di air dingin, bersih dan alami yang semakin jarang ditemui. Harus segera dibenahi terutama akses, sarana dan prasaran termasuk menjaga kelestarian hutan agar air terjun yang ada ini tetap terjaga keasriannya sampai kapanpun,”harap warga setempat. (*)

Penulis : Ardya Chaniago
Editor : Helmy Piliang