Tentara Diterjunkan Turunkan Baliho Rizieq Shihab

oleh -13 views

Kabarsiana.com, JAKARTA — Petugas gabungan, TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan sejumlah baliho dan spanduk tak berizin di Ibu Kota. Salah satu baliho yang ditertibkan berada di Petamburan, yakni baliho penyambutan Imam Besar Front Pembela Islam Muhammad Rizieq Shihab.

Video konvoi dan penurunan baliho Rizieq Shihab oleh TNI sempat viral di media sosial. Dandim 05/01 JP BS Kolonel Inf Luqman Arief mengakui pihaknya menurunkan sekitar 500 personel dalam penertiban ini.

“Ini bagian dari kegiatan tiga pilar sebagai patroli pengamanan dan kami juga melakukan pelepasan baliho-baliho yang terpasang tidak sesuai aturan,” kata Luqman Arief, Jumat (20/11).

Beberapa kendaraan taktis yang diturunkan dalam pengamanan di wilayah Jakarta Pusat itu adalah empat panser anoa serta puluhan motor yang dikendarai petugas TNI dan Brimob Polri. Pembersihan baliho tak berizin itu didukung Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman.

Bahkan, Dudung mengakui pihaknya memang memerintahkan penurunan baliho Rizieq Shihab di wilayah DKI Jakarta. Perintah diberikan setelah sebelumnya sudah ada upaya penertiban baliho oleh Satpol PP tapi baliho-baliho itu kembali dibentangkan.

“Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya. Itu perintah saya. Karena berapa kali Pol PP nurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu,” ujar Dudung di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11).

Ia menegaskan, pemasangan baliho memiliki aturan. Seluruh pihak harus menaati aturan pemasangan baliho tersebut, antara lain ditentukan tempatnya dan membayar pajak.

Baca Juga :   10 Unit Tambang Liar di Bangka Selatan Diamankan

Dudung juga melontarkan pesan keras ke mereka yang dianggap ingin menganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Kritiknya juga kemudian spesifik ditujukan bagi FPI. “Jangan seenaknya sendiri seakan-akan dia yang paling benar. Tidak ada itu. Tidak ada. Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu FPI bubarkan saja itu. Bubarkan saja itu. Kalau coba-coba dengan TNI, mari,” kata Dudung.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) DKI Jakarta Arifin menegaskan jika baliho yang dipasang di ruang publik tidak diturunkan sendiri pemasang, akan diturunkan aparat keamanan yakni TNI-Polri. “Kami berharap semua baliho-baliho itu diturunkan oleh mereka yang memasang, kemudian apabila tidak diturunkan, kita akan tertibkan, tentu bersama dengan aparat keamanan yang terkait yakni TNI Polri,” kata Arifin.

Ia menambahkan, di beberapa tempat di Jakarta seperti di Tebet, baliho dari FPI justru diturunkan oleh sang pemasangnya atau pengurus FPI sendiri. “Ini alangkah indahnya, kalau kita bisa bersama-sama mewujudkan Jakarta yang tertib,” ujarnya.

Sejumlah anggota TNI dan polisi juga mendatangi Jalan KS Tubun, Petamburan, Jakarta Barat pada Jumat (20/11). Mereka menurunkan sejumlah baliho di depan markas pusat FPI. Tindakan yang dilakukan tentara ini mendapat perlawanan dari warga sekitar.
Sebagian berusaha menahan agar baliho utama bertuliskan ‘Revolusi Akhlak’ dengan gambar Habib Rizieq Shihab dan beberapa tokoh ulama itu tak diturunkan. Sebagian warga lainnya berusaha memanggil anggota FPI yang ada di dalam gang tempat markas FPI berada.

Baca Juga :   Sebaran 83.130 Kasus Positif Corona di 34 Provinsi

Tidak lama kemudian, sejumlah orang berseragam loreng putih-abu keluar dari gang menuju tempat baliho diturunkan. Setelah itu, terjadi cekcok antara kedua pihak. Namun, personel TNI tetap menurunkan baliho.

Melihat hal itu, warga sekitar semakin ramai dan berusaha merebut kembali baliho yang telah diturunkan. Namun, TNI telah mengamankan baliho tersebut ke dalam kendaraan dinas mereka.

Warga dan orang-orang berseragam loreng putih-abu tidak tinggal diam. Mereka mengejar kendaraan yang membawa baliho. Kendaraan itu sempat berhenti karena para warga menghalangi jalan. Akan tetapi, itu tidak berlangsung lama. Kendaraan tersebut kembali melanjutkan perjalanannya.

Salah satu warga menyayangkan sikap tentara yang menurunkan baliho HRS di jalan tersebut. Menurut warga, baliho itu tidak mengganggu ketertiban umum.

“Kami mencintai Habib Rizieq. Habib tidak pernah mengajarkan kami untuk berbuat munkar, justru baliho yang dicabut itu berisikan pesan untuk berbuat kebaikan seperti ajakan ikut majelis taklim, maulidan. Mudah-mudahan nanti komunikasi lebih dikedepankan daripada tindakan seperti ini,” ujar salah satu warga.

Sekretaris Jenderal Dewan Syuro DPD FPI DKI Jakarta, Novel Bamukmin, mengatakan, pemasangan baliho penyambutan tersebut sebagai bentuk kecintaan masyarakat kepada Habib Rizieq Shihab. Hal itu merespons peristiwa pembakaran wajah Rizieq Shihab di depan gedung DPR saat ada sekelompok orang demo beberapa waktu lalu.

Baca Juga :   Kelancaran Pembangunan Terhambat, Forum Kepala Desa Desak Bupati Percepat Realisasi Pencairan ADD Tahap II di Kuantan Singingi

“Saya berharap dengan semangat dirgahayu RI maka seharusnya Satpol PP, daerah mana pun di Indonesia bisa menghargai ulama dan ucapan dari Habib Rizieq Shihab,” ujar Novel.

Apa yang ditunjukkan TNI dengan menurunkan baliho ini mendapat kritikan dari wakil rakyat di DPR. Anggota Komisi I DPR Willy Aditya menilai tidak ideal bila anggota TNI turut menertibkan baliho. “Saya pribadi bisa memahami mengapa TNI melakukan hal semacam itu. Tetapi menurut saya ini kondisi yang tidak ideal,” kata Willy saat dihubungi, Jumat (20/11).

Willy menegaskan, semua aparat sudah memiliki tugas masing-masing. Aspek keamanan lingkungan, kata dia, menjadi domain aparat keamanan, bukan pertahanan.

Urusan kriminal, menjadi urusan polisi. Maka, soal baliho, itu menjadi urusan satpol PP. “Jadi mestinya, dalam hal ini, satpol PP yang melakukan itu. Soal banyak baliho itu melanggar atau tidak, itu urusan pemprov, dalam hal ini DKI,” ujar Willy.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta publik tak mempersepsikan secara berlebih video soal TNI yang konvoi dan menurunkan baliho di depan markas FPI ini. Dasco mengaku sudah mengecek terkait kebenaran hal tersebut.

Ia mengatakan tidak ada kegiatan khusus yang dilakukan TNI kemarin. “Yang ada hanya memang iring-iringan TNI yang mau kembali ke markas, yang melewati daerah Petamburan,” ujarnya. (*/rol)