Teh Beras Merah Jatiluwih, Sensasi Seruputan di Situs warisan UNESCO

oleh -13 views

SEBAGAI objek wisata yang telah mendunia Bali nyaris memiliki segalanya. Alamnya yng indah mulai dari pantai, sawah berundak atau terasering, gunung hingga budaya adat istiadatnya yang khas.

Tak heran jika Bali selalu jadi destinasi wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin berlibur. Salah satu destinasi favorit yang telah dinobatkan sebagai warisan budaya dunia dari UNESCO adalah obyek wisata Jatiluwih.

“ Karena di Jatiluwih memiliki terasering seluas 300 hektar dan sangat bagus untuk sport toursim, jadi selama adaptasi kebiasaan baru ini, para wisatawan dapat menikmati spot-spot trakking, hikking ke gunung, ada juga bersepeda, agro tourism seperti memetik jeruk dan jambu kristal,” tutur Ketua DTW Jatiluwih, I Nengah Sutirtayasa.

Tak hanya terkenal keindahan alamnya, namun Jatiluwih juga dikenal sebagai kawasan produsen teh beras merah. Hal ini, tentu menjadi keunikan dan daya tarik sendiri, karena pada umumnya teh umumnya terbuat dari daun atau bunga, tapi di Bali khususnya di Tabanan ada teh yang terbuat dari beras merah. Bagaimana sensasi rasa teh yang unik dan autentik ini? Tentunya bisa Anda nikmati saat berkunjung ke Jatiluwih.

Baca Juga :   Batu Pensil Pesona Menara Tegak di Tengah Teluk Kabui, Raja Ampat

Sangat mudah mendapatkan minuman ini, karena hampir sebagian besar warung di desa wisata Jatiluwih menyajikannya. Anda bisa menikmati citarasa khas beras merah yang dibuat minuman teh yang kaya akan nutrisi sambil menikmati indahnya pemandangan di sekitar.

Jatiluwih memang dikenal sebagai desa yang menghasilkan berbagai macam hasil tani organik seperti beras, sayur, dan buah buahan. Salah satu hasil unggulannya adalah beras merah organik.

Beras merah yang digunakan untuk membuat teh ini telah melewati serangkaian proses. Setelah dipanen, beras merah dicuci hingga bersih kemudian disangrai hingga kering dan mengeluarkan aroma khas.

“Cara membuat teh beras ini sangat mudah. Pertama-tama sangrai butiran beras merah sampai kamu mencium aroma harum. Setelah tercium aroma harum, kamu bisa langsung menyeduhnya dengan air panas. Dan jadilah teh berasmerah,” ujar I Nengah Sutirtayasa.

Beras merah yang digunakan, diperoleh dari hasil pertanian di desa Jatiluwih. Kawasan ini memang dikenal sebagai sentra penghasil beras mulai dari beras putih, beras merah hingga beras hitam. Jadi tak heran banyak hidangan yang dibuat dengan menggunakan bahan baku beras.

Baca Juga :   Pantai Nihiwatu, Surga Privasi nan Tersembunyi

Tak hanya aromanya yang harum, teh beras merah juga kaya akan nutrisi karena mengandung vitamin, seperti vitamin D yang baik buat tulang, kandungan antioksidan, dan berbagai kandungan zat baik lainnya yang meningkatkan metabolisme tubuh. Sajian yang sangat baik untuk menjaga keseimbangan dan metabolisme tubuh di situasi pandemi seperti ini.

Jadi saat jalan-jalan ke desa yang menjadi situs warisan UNESCO ini, jangan sampai melewatkan kuliner istimewa satu ini, wajib sekali dicoba ya…..