Tanah Tebing Berketinggian 50 Meter Terban, Jalur Paninjawan Lumpuh

oleh -41 views

SOLOK (BM)– Ranah Minang seperti tak henti-hentinya dirundung duka. Belum hilang kesedihan masyarakat Rao-rao Pasaman, Lintau Tanahdatar dan Lubuk Alung Padangpariaman akibat bencana banjir dan galodo yang terjadi dalam rentang waktu sepekan terakhir, kini giliran masyarakat Paninjawan Kab. Solok yang ditimpa bencana.

Jumat (12/10) sekitar pukul 16.50 WIB sore, saat hujan deras melanda sebagian besar derah di Kab. Solok, tanah tebing dengan ketinggian sekitar 50 meter yang berlokasi di Korong Kociak Nagari Paninjawan, tiba-tiba terban. Material tanah dan bebatuan, serta merta menimbun badan jalan utama yang menghubungkan Solok, Tanahdatar dan Sawahlunto via Sulit Air dan Tanjung Balit itu.

Wali Nagari Paninjauan, Darsel Ilyas mengatakan, tidak ada korban jiwa maupun harta benda dalam peristiwa tersebut. Namun akibat tumpukan material tanah dan bebatuan yang menutupi badan jalan, arus lalu lintas dari dan ke Tanjung Balik sempat lumpuh untuk beberapa saat lamanya.

“Alhamdulillah, beruntung bantuan alat berat dari Dinas PU Provinsi segera tiba di lokasi. Sehingga hanya dalam hitungan beberapa jam usai kejadian, material tanah yang menimbun jalan bisa dibersihkan,” kata Darsel.

Baca Juga :   Polisi Nyatakan Pelaku Pembakar Bendera Tauhid Tidak Bersalah

Dalam kesempatan itu, Darsel mengimbau agar masyarakat Paninjawan khususnya dan warga yang kebetulan melintas di sepanjang kawasan itu pada umumnya, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Karena diakui, Paninjawan termasuk salah satu daerah rawan longsor dan tanah terban.

“Paninjawan berada di lingkung perbukitan, jadi sangat rentan bencana longsor. Bagi warga, diimbau untuk tetap waspada, apalagi di saat kondisi cuaca yang memang tergolong ekstrim saat ini,” imbau Darsel. (*)

 

Editor: Ryan Syair