Tampil Beda dan Lebih Menarik, Icon WELCOME TO BATAM Hadir Warna-warni

oleh -38 views
Salah satu icon kota Batam, Welcome to Batam, di Puncak Clara, Batam Center, tampil dengan warna-warni. (foto : mediacenter)

BATAM, (BM) — Ikon wisata WELCOME TO BATAM kini sudah tampil lebih meriah. Tulisan raksasa di atas Bukit Clara ini sekarang disinari lampu berwarna-warni. Hijau, merah muda, biru, kuning, ungu, terus silih berganti semarakkan suasana malam di kawasan Batam Centre.

Walikota Batam Muhammad Rudi melalui Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam Suhar, mengatakan pada Selasa (30/10) malam lalu mulai dilakukan uji coba. Dan benar-benar beroperasi keesokan hari.

“Semalam masih uji coba. Kita setting lampunya. Hari ini sudah ready dihidupkan,” kata Suhar, kemarin.

Ia mengatakan lampu pelangi ini akan dihidupkan setiap malam. Antara pukul 18.00 WIB sampai 06.00 WIB esok paginya. Terkait warna, kata Suhar, masih bisa diatur lebih lanjut. Sehingga tidak lima warna saja seperti sekarang.

Sebelum ini, tulisan Welcome To Batam hanya disinari lampu warna putih. Dan padam sejak empat bulan lalu, akibat lampu yang hilang diambil pihak tak bertanggungjawab.

Upaya antisipasi kejadian serupa, Pemerintah Kota Batam juga akan menempatkan Satpol PP untuk pengawasan aset ini. Patroli dilakukan di seputar Bukit Clara untuk menghindari pencurian alat seperti kejadian sebelumnya.

Baca Juga :   IPI Kepri Gelar Table Top di Batam Diikuti Dalam dan Luar Negeri

“Ada CCTv (kamera pengawas) yang akan kami pasang juga. Serta alarm untuk antisipasi agar tidak kehilangan lagi,” ujarnya.

Pemasangan lampu baru berwarna-warni ini menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2018. Dana yang dihabiskan sekitar Rp 160 juta.

“Pembangunan ini kan dari pajak yang masyarakat bayar juga. Artinya ini milik kita bersama. Jadi mari kita jaga bersama. Jangan sampai hilang dan mati lagi,” tuturnya.

Welcome To Batam sudah menjadi salah satu destinasi bagi wisatawan yang datang ke Batam. Wisatawan baik domestik maupun mancanegara berkunjung ke dataran di bawah bukit hanya untuk mengambil foto berlatar belakang tulisan besar tersebut.(*/r)

editor : helmy piliang
sumber : mediacenter