Syaifullah Yusuf, Dari Menteri, Wagub Jatim, Kini Wali Kota Pasuruan

oleh -29 views

Kabarsiana.com, SURABAYA – Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul dinyatakan sebagai menang dalam Pilkada Serentak di Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Berdasarkan hasil Sirekap KPU mencapai 100 persen, Gus Ipul yang berpasangan dengan Adi Wibowo meraih 73.271 suara atau 67,9 persen.  Pasangan nomor urut 01 itu mengalahkan pasangan nomor urut 02 yakni Raharto Teno Prasetyo-Mochmammad Hasjim Asjari. Raharto-Hasjim hanya meraih 34.676 suara atau 31,1 persen.

Dalam Pilwalkot Pasuruan, Gus Ipul-Adi diusung oleh lima partai yakni PKB, Golkar, PKS, PAN dan PPP. Sedangkan pasangan Raharto-Hasjim diusung oleh empat parpol yakni PDIP, NasDem, Hanura dan Gerindra.

Melirik perjalanan politik Gus Ipul di Indonesia, bisa dibilang menarik dan unik. Politisi PKB kelahiran Pasuruan pada 56 tahun itu sudah lama malang melintang di perpolitikan Indonesia.

Sebelum bergabung dengan PKB, Gus Ipul merupakan anggota dari PDIP. Ia juga menjadi anggota DPR dari PDIP. Namun pada 2002 ia memutuskan mundur dari PDIP dan DPR lalu bergabung dengan PKB.

Baca Juga :   Konflik Hanura Berpotensi Lahirkan Partai Baru

Menjadi Mendes PDTT era Presiden SBY

Gus Ipul sempat menjadi Ketua Umum GP Ansor dua periode kurun 2000 hingga 2010. Selain itu, Gus Ipul pernah menduduki jabatan yang cukup tinggi di pemerintahan.

Tercatat ia pernah menjadi Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Indonesia ke-2 atau sekarang dikenal Mendes PDTT. Gus Ipul menjabat sebagai Mendes PDTT di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 21 Oktober 2004 hingga 9 Mei 2007.

Menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur 2 Periode

Setelah tidak lagi menjadi menteri, Gus Ipul maju di Pilkada 2008 mendampingi Soekarwo di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. Akhirnya mereka terpilih untuk periode 2009-2013.

Selang lima tahun kemudian pada 2013, pasangan Soekarno-Gus Ipul kembali maju di Pilgub Jatim. Mereka kembali terpilih.
Gus Ipul Sempat Maju di Pilgub Jatim 2018 Namun Kalah

Usai mendampingi Soekarno selama dua periode, Gus Ipul akhirnya memutuskan maju di Pilgub Jatim 2018. Ketika itu ia didampingi oleh Puti Guntur Soekarno dan diusung oleh empat parpol yakni PKB, PDIP, Gerindra dan PKS.

Baca Juga :   DPD Gerindra Diimbau tak Usung Eks Koruptor untuk Pilkada

Dalam Pilgub Jatim, mereka melawan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak yang diusung oleh Demokrat, Golkar, PPP, NasDem, PAN dan Hanura.

Sayangnya, peruntungan Gus Ipul di Pilgub Jatim tidak berjalan mulus. Sebab ia kalah dari pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

Menjadi Wali Kota Pasuruan

Tepat dua tahun usai Pilgub Jatim, Gus Ipul masih berkeinginan menjabat di pemerintahan. bertarung di Pilwalkot Pasuruan. Kali ini, peruntungannya berbuah manis karena ia berhasil terpilih dalam Pilwalkot Pasuruan.

Usai dinyatakan menang dalam Pilwalkot Pasuruan, Gus Ipul memohon doa restu kepada masyarakat atas kemenangan ini agar bisa mewujudkan Kota Pasuruan menjadi Kota Madinah, akronim dari maju ekonominya, indah kotanya, harmoni warganya.

“Mohon doa restunya kepada para masyarakat agar saya dengan Mas Adi bisa mewujudkan Kota Pasuruan menjadi kota masyarakat. Saya ingin bersama sampean tidak hanya saat mencari suara, tapi juga ingin bersama sampean membangun Kota Pasuruan,” kata Gus Ipul dikutip dari JatimNow.

Mirip Nurmahmudi

Takdir yang menghinggapi Gus Ipul, nyaris sama dengan perjalanan mantan Walikota Depok, Nurmahmudi Ismail. Sebelum didapuk sebagai orang nomor satu di Kota Depok pada 2005 – 2010 dan 2010 – 2015, Nurmahmudi adalah mantan Menteri Kehutanan di era Presiden Abdurrahman Wahid. ***

Baca Juga :   PAN Optimis Menang di Pilkada 9 Daerah Riau