Survei : Pandangan Negatif Terhadap China Terus Meningkat

oleh -9 views

Kabarsiana.com, WASHINGTON – Lembaga think tank nonpartisan asal Amerika Serikat (AS) Pew Research Center, menerbitkan hasil survei terbaru. Dalam laporan itu pandangan negatif tentang China telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir di banyak negara maju.

Temuan ini muncul pada saat China mengadopsi pendekatan diplomatik yang lebih agresif terhadap komunitas internasional. China juga berada dalam sejumlah perselisihan dengan negara lain di berbagai bidang, mulai dari perdagangan hingga militer.

Sebagaimana dimuat South China Morning Post, ada sembilan negara yang di survei. Mereka adalah Spanyol, Jerman, Kanada, Belanda, AS, Inggris, Korea Selatan, Swedia, dan Australia.

Persepsi terhadap China paling parah di Australia. Di mana 81% responden mengatakan mereka melihat Negeri Tirai Bambu tidak baik atau naik 24% dari survei tahun lalu.

Di Inggris, sekitar tiga perempatnya kini memandang China secara negatif atau naik 19 poin. Sementara di AS, pandangan negatif terhadap China naik 13% dari tahun lalu dan hampir 20 poin persentase sejak Presiden AS Donald Trump menjabat pada Januari 2017.

Baca Juga :   Bermodal Kekayaan Rp 127 M, Biden Melaju ke Gedung Putih

Jepang menjadi negara dengan responden terminim yang menyukai China. Di mana 86% memiliki pandangan yang tidak baik dan hanya 9% yang memiliki pandangan yang baik tentang China.

“Salah satu faktor yang paling mempengaruhi reputasi China di luar negeri adalah hadirnya virus corona (Covid-19) … China telah melakukan pekerjaan yang buruk dalam menangani wabah tersebut,” tulis media Hong Kong itu mengutip survei.

Virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 ini pertama kali dilaporkan muncul Desember 2019 di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah. Sejak itu menyebar ke seluruh dunia, merenggut lebih dari 1 juta nyawa.

China memang memberlakukan aturan ekstrem seperti penguncian (lockdown) kota untuk menahan wabah.Tetapi pemerintah China dikritik karena tidak bertindak cukup cepat dalam tanggapan awal terhadap wabah itu dan bahkan berusaha menutupi laporan awal kemunculan virus ini.

Survei tersebut juga menemukan bahwa ketidaksetujuan secara internasional terhadap Presiden China Xi Jinping telah mencapai ‘tingkat historis’ karena penanganan pandemi global Covid-19. Jika ditarik rata-rata secara keseluruhan, ada 78% yang mengatakan hanya sedikit atau tidak percaya pada Xi untuk melakukan hal yang benar terkait urusan dunia.

Baca Juga :   Bendungan Jebol, Gubernur Michigan Tetapkan Status Darurat

Kurangnya kepercayaan terhadap Xi berada pada level tertinggi, kecuali di Jepang dan Spanyol. Namun, sebagian besar responden mengakui pencapaian ekonomi China, terutama dibanding Eropa, termasuk yang teratas.(*/sef)