Sumbar Dapat Bantuan 23 Unit Bus Sekolah dan BRT, Ariandi: Pelayanan Angkutan Umum Harus Lebih Baik

oleh -45 views
Kepala BPTDW III Sumbar, Ariyandi Ariyus.

PADANG (BM)– Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumbar, akan menyerahkan bantuan bus sekolah dan Bus Rapid Transit (BRT) untuk sejumlah kab/ kota dan perguruan tinggi di Sumbar.

“Ada 23 unit bantuan armada bus sekolah dan BRT yang akan diserahkan pada 19 Desember 2018 nanti. Direncanakan, Pak Menteri akan langsung hadir pada acara yang akan dilaksanakan di Kampus ISI Padang Panjang itu,” kata Kepala BPTDW III Sumbar, Ariandi Ariyus, S.SIT MM di kantornya, Senin (10/12).

Ariandi yang turut didampingi Kasi Lalulintas Angkutan Jalan, Efrimon, S.SIT MM menyebutkan, kehadiran dua transportasi publik tersebut, diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan bagi pelajar dan masyarakat pengguna jasa transportasi pada umumnya.

Bantuan armada BRT Kemenhub untuk Dishub Kota Padang.

“Sesuai program yang dijalankan oleh Pemerintah Perhubungan Darat, ini (BRT dan bus sekolah) sudah ditunggu sejak lama oleh daerah-daerah. Kami ingin kapasitas dan kualitas pelayanan angkutan umum harus lebih baik,” ucap Ariandi.

Pada tahun anggaran 2018 ini jelasnya, ada 23 unit bantuan armada yang diberikan pusat untuk Sumbar. 10 unit diantaranya BRT untuk Kota Padang, yang sejak 4 Desember 2018 lalu sudah tiba dan untuk sementara diinapkan di Terminal Angkutan Barang, Bandar Buat Kota Padang. Sedangkan lebihnya, diserahkan kepada masing-masing Dishub di kab/ kota dan sejumlah perguruan tinggi.

Baca Juga :   Polsek Entikong Tangkap Seorang Pengedar Sabu di Perbatasan

“Hemat saya, ini merupakan terobosan yang baik, karena memang sebuah kota dan kabupaten butuh angkutan umum yang nyaman. Selain itu, kehadiran bus sekolah dan BRT juya diharapkan akan mampu mengurai kemacetan,” tandas Ariandi.

Kasi Lalulintas Angkutan Jalan BPTDW III Sumbar, Efrimon

Efrimon menambahkan, menghadirkan layanan BRT lebih murah, aman dan lebih terjamin juga tidak kalah pentingnya. Pengoperasian BRT akan lebih dioptimalkan dengan menghadirkan sistem manajemen yang baik. Masyarakat terang Efrimon, harus punya banyak pilihan moda transportasi guna menunjang aktivitas mereka.

“Sekarang tinggal pengelolaan yang harus bagus. Jadi ada time table jam mereka lewat, harus jelas schedule-nya, bus dengan nomor ini tujuannya lewat mana, tiba dan berangkatnya pukul berapa. Harus jelas dan teratur. Untuk ini, sepenuhnya menjadi kewenangan Dishub di masing-masing daerah,” tutur Efrimon.

Berikut data peneriman bantuan bus sekolah dan BRT Kementerian Perhubungan tahun 2018 untuk wilayah Sumatera Barat:

1. Dishub Kota Solok

2. Dishub Kab. Dharmasraya

3. Dishub Kab. Pasaman

4. Dishub Kab. Sijunjung

5. Dishub Kab. Solok

Baca Juga :   Tiga Personel Polairud Korban Kecelakaan Laut Masih Dicari

6. Dishub Kab. Pessel

7. Dishub Kab. Agam

8. Dishub Kota Padang (BRT), 10 Unit

9. Unand Padang

10. Univ. Bung Hatta Padang

11. ISI Padang Panjang

12. Yayasan Prayoga Padang

13. Yayasan Tri Ratna Padang

14. Pesantren Prof. Dr. Hamka

“Semoga bantuan ini akan menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan tranportasi yang lebih murah nyaman dan representatif,” ujar Efrimon. (ryn)