Suap Meikarta, KPK Perpanjang Masa Penahanan Mantan Bos PT. Lippo

oleh -69 views

Kabarsiana.com, JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipastikan memperpanjang masa penahanan tersangka Bartholomeus Toto. Yang bersangkutan diduga terlibat dalam  kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap terkait proses perizinan proyek pembangunan Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar).

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta membenarkan terkait perpanjangan penahanan tersangka  Bartholomeus Toto. Yang bersangkutan sebelumnya diketahui merupakan mantan Presiden Direktur (Presdir) PT. Lippo Cikarang.

“Dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari ke depan untuk tersangka BTO (Bartholomeus Toto) terhitung sejak 10 Desember 2019 terkait penyidikan kasus perkara dugaan suap proses perizinan proyek Meikarta. Penahanan diperpanjang terhitung sejak 10 Desember 2019” kata Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Sementara itu penyidik KPK sebelumnya telah menahan tersangka Toto sejak 20 November 2019. Usai proses perpanjangan penahanan, Toto kembali mempermasalahkan soal penetapannya sebagai tersangka oleh KPK. Ia juga meminta perlindungan kepada Presiden Joko Widodo.

“Sebagai anak bangsa, saya memohon perlindungan Pak Jokowi terhadap kesewenang-wenangan yang saya alami dan saya berharap ke depan kepada pimpinan Pak Firli (Ketua KPK terpilih Firli Bahuri) tak ada lagi rekayasa yang seperti saya alami saat ini,” kata Toto kepada wartawan.

Baca Juga :   PSBB Gorontalo Disetujui

Dalam kesempatan ini Toto juga mengucapkan terima kasih kepada Polrestabes Bandung yang telah memproses laporannya. Toto sebelumnya telah melaporkan bawahannya, Kepala Divisi Land Acquisition and Permit PT Lippo Cikarang Edi Dwi Soesianto ke Polrestabes Bandung.

Toto melaporkan Edi Dwi Soesianto karena yang bersangkutan diduga telah melakukan fitnah setelah dirinya dituduh memberikan uang untuk Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) Meikarta sebesar Rp10,5 miliar.

“Kepada pihak Polrestabes saya ucapkan terima kasih sudah memproses laporan saya. Saya mengetuk hati nurani jaksa dan hakim agar menangani kasus saya seadil-adilnya dan sebenar-benarnya,” pungkas Bartholomeus Toto. (*/rri)