Solsel Menuju Ikon Wisata Budaya, Bupati Muzni: Silek Tradisi Perlu Dipertahankan

oleh -39 views
Ilustrasi silek tuo di Solok Selatan.

SOLSEL, BM– Bupati Solok Selatan (Solsel) Muzni Zakaria menyatakan, helatan budaya silek tradisi Minangkabau untuk menyongsong Solsel sebagai ikon wisata budaya di ranah Minang. Hal itu diungkapkan Muzni pada saat pembukaan Galanggang Silek Tradisi se-Solsel di Ruang Terbuka Hijau, Muaro Labuah, Sabtu (15/12).

Muzni mengaku bangga dengan kegiatan pelestarian adat budaya Minangkabau yang dilakukan Pemuda nagari Pasar Muaro Labuah.

“Silek tradisi perlu dipertahankan terutama untuk menyongsong Solsel menjadi ikon wisata budaya. Dimulai dari wisata budaya Saribu Rumah Gadang (SRG), Rumah Gadang Panjang Abai. Silek tradisi salah satu bentuk pertahankan budaya,” ucapnya.

Ia menyebutkan kedepan iven tersebut harus lebih meriah dengan mengundang para pendekar silat dalam dan luar negeri supaya Solsel makin dikenal.

“Kegiatan ini harus menjadi iven rutin di Solsel dan dianggarkan melalui dana APBD Solsel. Tidak mungkin, perhimpunan tuo silek yang menggalang dana untuk kegiatan ini,” katanya.

Ketua Panitia, Riski Ilahi mengatakan kegiatan itu dilakukan untuk melestarikan seni budaya silek tradisi. “Ini merupakan tugas kita bersama, maka mari bangkitkan budaya Minangkabau. Silek tradisi mampu membentuk karakter dan jiwa kesatria bagi generasi kepemimpinan yang akan datang,” katanya.

Baca Juga :   Empat Anak di Ciamis Diduga Keracunan Permen, Satu Meninggal

Ia mengatakan, dalam gelanggang silek tradisional Minangkabau tidak menilai menang kalah melainkan mengedepankan nilai seni dan kebersamaan. “Terlaksananya kegiatan ini berkat kerja sama dengan pemerintah nagari,” katanya.

Theresa, saat menerima penghargaan dari tokoh Pahimpunan Silek Tuo Kab. Solok Selatan pada acara Galanggang Silek Tuo Ninang, Alek Anak Nagari Muaralabuh, Sabtu (15/12).

Tampuk Perhimpunan Tuo Silek Tradisi Minangkabau, Arrahman didampingi Tangkai Perhimpunan, Irwan Pandeka Sutan Sati mengatakan Silek merupakan tiang adat di Minangkabau yang dapat membentuk karakter anak nagari, yang pada wujudnya akan melahirkan generasi yang bermartabat.

“Paham dengan adat dan agama yang pada akhirnya akan melahirkan ¬†kepemimpinan yang baik di tengah masyarakat,” ucapnya.

Ia menyebutkan, galanggang ini bukan suatu kompetensi pertarungan namun lebih pada jalinan kebersamaan dalam satu wadah adat dan budaya.

“Dengan pahimpunan silek tradisi mampu meengembalikan marwah niniak mamak. Di Solsel sebanyak 23 sasaran silek sudah bergabung dengan pahimpunan sedangkan jumlah sasaran belum terdeteksi secara keseluruhan. Silek tiang adat, sedang Salat tiang Agama,” ujarnya.

Pada kesempatan itu juga diberikan piagam penghargaan oleh Perhimpunan Tuo Silek tradisi Solsel kepada Theresa Febrysta Fuad dan Fitri Sadilla karena telah berjasa dalam pengembangan Silek tradisi di Solsel yang sejak didirikan pada 2016. (jfl)