Solo Kembali Gagal Masuk Jaringan Kota Kreatif UNESCO

oleh -42 views

Kabarsiana.com, SOLO — Kota Solo kembali gagal menjadi anggota Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (Unesco) Creative City Network (UCCN) atau Jaringan Kota Kreatif tahun ini. Sebelumnya, pada 2017  Kota Solo juga gagal ketika mengusulkan diri sebagai kota desain pada Jaringan Kota Kreatif Unesco. Tahun ini, Kota Solo mengubah narasi dengan mengajukan sebagai city of craft and folk art atau kota kerajinan dan kesenian rakyat. Surat yang menyatakan Kota Solo gagal menjadi anggota UCCN tersebut bertanggal 30 Oktober 2019.

Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Solo, Francisco Amarai, menyatakan kecewa dengan hasil tersebut. Sebab, pengajuan ke UCCN  Unesco sudah diinisiasi sejak 2014. Meski dokumen resmi yang tercatat dan dibalas Unesco tercatat pada 2017 dan 2019.

“Unesco tidak memaparkan kenapa kami gagal. Surat itu hanya mengapresiasi keikutsertaan kami membangun kota kreatif,” terangnya kepada wartawan, Selasa (3/11).

Meskipun tidak lolos, Francisco menyatakan Pemkot Solo tidak akan menyerah. Hasil tersebut justru memacu Pemkot untuk lebih kreatif. Sebab, Solo merupakan gudangnya penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya.

Baca Juga :   Pembukaan Pasar Terapung Belum Dizinkan

“Masuk atau tidaknya ke UCCN tidak akan membuat agenda itu dibatalkan atau dihilangkan. Selain itu, kami juga telah menyandang gelar kota kreatif nasional bersama sembilan daerah lain,” imbuhnya.

Namun, konsekuensi dari kegagalan dua kali dan berturut-turut tersebut menjadikan Kota Solo tidak bisa mengajukan keanggotaan pada 2021. Berdasarkan aturan dari Unesco, peserta yang sudah dua kali gagal harus menunggu atau jeda selama satu periode untuk memberikan kesempatan kepada kota lain.

Frascisco juga belum tahu apakah nantinya Pemkot Solo akan mengajukan lagi ke UCCN pada 2023. “Waktunya masih panjang. Dokumen yang kemarin saja penyusunannya hampir satu tahun,” ujarnya.

Di sisi lain, Ambon menjadi salah satu kota di Indonesia yang lolos menjadi  Jaringan Kota Kreatif Unesco tahun in bersama 65 kota lain di dunia. Padahal Ambon baru pertama kali mengajukan tahun ini sebagai kota musik atau city of music. Dengan penetapan tersebut, jumlah kota yang menjadi anggota UCCN mencapai 246 kota di seluruh dunia. (*/rol)