Siak Alokasikan Rp 23 Miliar untuk Beasiswa

oleh -208 views

Kabarsiana.com, JAKARTA – Perbaikan dan pembenahan mutu sumber daya manusia menjadi salah satu program utama yang dilakukan pemerintah Kabupaten Siak dan jajaran legislatifnya. Tak tanggung-tanggung, anggaran sebesar Rp 23 miliar dikucurkan dalam bentuk beasiswa bagi ribuan pelajar dan mahasiswa yang berasal dari daerah itu.

Dengan besar anggaran yang dialokasikan, diharapkan berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan masyarakat Siak secara luas. Sehingga ke depan, sektor ini benar-benar menjadi salah satu keunggulan di daerah tersebut.

Demikian dikatakan oleh anggota Komisi II DPRD Siak, Sujarwo, SM saat berbincang-bincang dengan kabarsiana.com, usai meninjau asrama mahasiswa Siak yang berada di daerah Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Jum’at (6/12).

“Dengan besarnya anggaran yang dikucurkan melalui APBD, tentu masyarakat luas mengerti kalau pemerintah daerah dan wakil rakyat di DPRD Siak sangat serius membenahi kualitas masyarakat Siak secara menyeluruh,” jelasnya.

Beasiswa itu, kata kader Partai Amanat Nasional (PAN) ini diberikan untuk semua tingkatan pendidikan. Selain itu, sebarannya juga tidak melulu di seputar Provinsi Riau dan Pulau Sumatera saja.

Baca Juga :   JK Dianugerahi Doktor Honoris Causa oleh UNP

Karena saat ini, mahasiswa Riau juga tersebar di seluruh penjuru tanah air dan menuntut ilmu di perguruan tinggi terbaik yang ada di seluruh Indonesia bahkan luar negeri.

Ketika disinggung terkait kemungkinan penerima beasiswa itu tidak mengabdi di Kabupaten Siak nantinya, Sujarwo mengatakan hal itu tak terlalu menjadi masalah bagi daerah. Karena pastinya mereka tetap berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan masyarakat Siak secara umum.

“Mengapa harus melulu mengabdi di Siak, kalau memang ada peluang berkiprah di tempat yang lebih baik, tentu akan lebih baik. Yang terpenting, mereka harus tetap menunjukkan kepada masyarakat di tempat mereka mngabdi kalau mereka orang Siak. Dan tentunya ini kebanggaan kami,” katanya serius.

Terkait pendidikan itu sendiri, Sujarwo mengatakan bahwa pihaknya juga selalu berupaya jemput bola jika ada warga Siak yang tidak sekolah. Hal ini telah dilakukan cukup lama, dan dampaknya mulai terlihat saat ini.

“Secara perlahan, persentase anak Siak yang tidak sekolah berangsur turun. Dan kami juga mengimbau orang tua untuk memastikan anaknya yang masih berusia sekolah agar menuntut ilmu,” katanya mengakhiri. (ted)