Setahun, Potensi Zakat di Nagari Paninjawan Solok Capai Rp250 Juta

oleh -51 views

SOLOK (BM)– Walinagari Paninjawan X Koto Kab. Solok Sumatera Barat, Darsel Ilyas mengatakan, potensi penerimaan zakat di daerah itu ditargetkan menembus angka Rp500 juta, bahkan hingga Rp1 miliar dalam satu hingga dua tahun ke depan.

“Dari pantauan dan studi, target itu bukan tidak mungkin bisa diwujudkan. Beberapa tahun terakhir saja misalnya, penerimaan zakat di Nagari Paninjawan mencapai Rp250 juta. Kita akan terus maksimalkan,” kata Darsel di Solok, Rabu (24/10).

Penerimaan zakat tersebut terang Darsel, dihimpun dari sumbangan masyarakat, baik yang berada di kampung halaman, rantau, maupun pihak swasta lainnya.

“Kita juga sudah membentuk wadah Badan Amil Zakat (BAZ) Nagari Paninjawan, yang nantinya akan khusus mengurusi penerimaan dan pendistribusian zakat kepada para mustahik. BAZ juga akan terus melakukan evaluasi dan pendataan, agar penyaluran zakat lebih baik dan tepat sasaran,” ujarnya.

Walinagari Paninjawan X Koto Kab. Solok, Darsel Ilyas (kanan), menyerahkan dana zakat kepada Ketua BAZ Nagari Paninjawan untuk diteruskan kepada mustahik.

Jumat (19/10/2018) lalu imbuh Darsel, pihaknya juga telah menyalurkan zakat mal dari keluarga muzakki atas nama Mardjiana Madjid. Zakat tersebut diserahkan langsung kepada Ketua BAZ Nagari Paninjawan sebesar Rp7,5 juta, untuk selanjutnya disalurkan kepada 75 orang mustahik warga Nagari Paninjawan.

Baca Juga :   Akhirnya Raperda Pembentukan Kelurahan Batu Hitam Natuna Disetujui

“Kita meminta BAZ untuk terus menggali dan memaksimalkan potensi-potensi penerimaan zakat lainnya. Karena terbukti, dari aspek ekonomi dan pendayagunaan, zakat produktif telah berkorelasi positif terhadap peningkatan kondisi spiritual para mustahik. Zakat juga sangat membantu mereka dalam mencukupi kebutuhan keluarganya,” terang Darsel.

Dari kondisi tersebut, Darsel berharap agar angka kemiskinan di Nagari Paninjawan bisa terus ditekan. Ke depan katanya, pihaknya bersama BAZ Nagari Paninjawan, juga akan terus melakukan berbagai inovasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui program-program pemberdayaan yang tepat guna.

“Sehingga zakat yang mereka terima, tidak hanya sekadar menjawab kebutuhan sesaat saja. Malainkan bisa menjadi potensi ekonomi baru dan memberikan nilai kebermanfaatan untuk kepentingan jangka panjang,” pungkas Darsel. (*)

 

Editor: Ryan Syair