Serang Caleg PAN dengan “Isu Politik”, Caleg Partai Berkarya Ini Divonis Satu Bulan Kurungan

oleh -47 views
Pak Kades, usai mengikuti persidangan di PN Solok.

SOLOK, BM– Divonis Satu bulan penjara dan denda 1 juta oleh Majelis Hakim PN Koto Baru Solok, dalam persidangan kasus tindak pidana pelanggaran Pemilu, seorang calon anggota legislatif (Caleg) DPRD dari Partai Berkarya Kabupaten Solok Sumatera Barat, mengajukan ‘Banding’. 

Mardalis Tanjung alias Pak Kades, Caleg Partai Berkarya Dapil Solok III Nomor urut 7 asal Nagari Kinari Kecamatan Bukit Sundi itu,  divonis bersalah oleh Majelis Hakim PN Koto Baru yang diketuai Syofia Nisra,  SH, MH dengan Hakim Anggota Devi Andri SH,  MH dan Suluh Pardamaian SH,  MH dalam amar putusanya pada persidangan yang digelar di PN Koto Baru, Rabu (20/12).

Terdakwa Mardalis Tanjung yang sudah berumur 74 tahun ini, divonis terbukti bersalah secara syah dan meyakinkan, melakukan tindak pidana pelanggaran Pemilu sesuai Pasal 521 Jo pasal 280 ayat 1 huruf c Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu,  dalam perkara bernomor REG. PERK. :PDM-104/Solok/Ep.3/12/2018 bertanggal 10 Desember 2018 itu.

Persidangan yang terbuka untuk umum itu,  juga dihadiri Komisioner Bawaslu Kabupaten Solok dan puluhan warga masyarakat Nagari Kinari, yang sejak awal antusias mengikuti jalanya kasus persidangan pencemaran nama baik tersebut.

Baca Juga :   Penyelaman Dihentikan Sementara, Tim SAR Gabungan Temukan Benda-benda Ini di Lokasi Jatuhnya Lion Air JT-610

Mardalis Tanjung yang selama dalam persidangan kasus tersebut hanya seorang diri, tanpa didampingi oleh seorangpun pengurus DPC Partai Berkarya Kabupaten Solok itu, dilaporkan ke aparat penegak hukum oleh lawan politiknya Ivoni Munir.

Ivoni Munir sendiri merupakan seorang Caleg PAN yang juga berasal dari Nagari Kinari, yang merasa telah dicemarkan nama baiknya oleh terdakwa Mardalis Tanjung, dalam kasus Pencemaran Nama Baik Ivoni Munir, melalui kertas selebaran berjudul ISU POLITIK yang dibuat oleh terdakwa Mardalis Tanjung di Nagari Kinari pada pertengahan Oktober 2018.

Sebelumnya, dalam kasus pencemaran nama baiknya oleh terdakwa Mardalis Tanjung itu, Ivoni Munir melaporkan kasus pencemaran nama baiknya tersebut ke Bawaslu Kabupaten Solok dikawasan Koto Baru, dengan membawa bukti-bukti berupa kertas selebaran ISU POLITIK yang dibuat oleh terdakwa Mardalis Tanjung.

Kasus pencemaran nama baik yang dilakukan oleh terdakwa Mardalis Tanjung terhadap Ivoni Munir itupun, kemudian bergulir hingga ke aparat Kepolisian di Polres Solok Kota dan Kejaksaan Negeri Solok

Baca Juga :   Babi Hutan Berkaki Serupai Manusia, Makan Nasi dan Minum Kopi di Banyumas Bikin Geger

Yang kemudian akhirnya, menyeret Mardalis Tanjung kemeja pesakitan dan duduk di kursi terdakwa di PN Koto Baru, yang terletak di jalan lintas Solok – Padang KM 4 Nagari Koto Baru Kecamatan Kubung Kabupaten Solok itu.

Kendati vonis putusan Majelis Hakim PN Koto Baru Solok itu, jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Ridwan SH dan Benny Benjamin Purba SH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Solok yang menuntutnya 6 bulan kurungan Penjara, namun Mardalis Tanjung yamg akrab disapa Pak Kades ini, ngotot dengan putusanya untuk mengajukan Banding.

“Saya akan ajukan upaya hukum Banding terhadap putusan Majelis Hakim itu dan kalau perlu saya akan datang ke Mahkamah Agung RI di Jakarta untuk memohon keadilan terhadap kasus yang menimpa diri saya ini,” tutur Mardalis Tanjung kepada media ini di PN Koto Baru Solok,  Kamis (21/12).

Mardalis Tanjung menyebutkan, dalam persidangan perkara dirinya itu, dia telah melakukan upaya Pembelaan Diri nya kepada Majelis Hakim PN Koto Baru yang diketuai Syofia Nisra. SH MH tersebut, dengan menyampaikan 11 butir poin yang meringankan dirinya dalam Surat Pledoi setebal 3 halaman bertanggal 17 Desember 2018.

Baca Juga :   Dua Balita Ditemukan Meninggal di Sungai Batang

Mardalis Tanjung berharap dan berkeyakinan,  dengan adanya Surat Pledoi Pembelaan yang dibuatnya dan dibacakanya sendiri dihadapan Majelis Hakim PN Koto Baru itu, dirinya akan divonis “Bebas” oleh Majelis Hakim

Namun katanya dengan mata berbinar, dirinya ternyata divonis bersalah dan diganjar 1 bulan kurungan penjara dan denda 1 juta oleh Majelis Hakim PN Koto Baru Solok, yang menyidangkan kasus perkaranya itu. (angga/rjt)