Sepanjang 2018, Polres Solok Arosuka Ungkap 24 Kasus Narkoba

oleh -37 views
Kapolres Solok Arosuka saat memusnahkan barang bukti narkoba di halaman Mako Polres setempat, Senin (31/12).

SOLOK, BM– Kepolisian Resor (Polres) Solok Sumatera Barat,  memusnahkan barang bukti narkotika berupa 8 Kg ganja dan 2,68 gram sabu, di halaman upacara Mapolres setempat, di Lubuk Selasih Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Senin (31/12/2018).

Pemusnahan barang haram tersebut, dilakukan Kapolres Solok AKBP Ferry Irawan S. Ik didampingi Wakapolres Kompol Frangky Monathen  S. Ik beserta para Kabag,  Kasat dan Kapolsek sejajaran Polres Arosuka itu.

Selain memusnahkan barang bukti narkoba, dengan cara dibakar didalam tong besar, sebelumnya Kapolres Solok AKBP Ferry Irawan S. Ik didampingi Wakapolres Kompol Frangky Monathen S. Ik beserta para Kabag,  Kasat dan Kapolsek,  menggelar Pres Release kinerja jajaran Kepolisian setempat sepanjang Tahun 2018 dengan awak media cetak dan elektronik.

Dalam acara itu Kapolres Solok AKBP Ferry Irawan S. Ik mengatakan, barang bukti narkotika berupa ganja dan sabu yang dimusnahkan itu,  merupakan barang temuan yang didapat petugas Polres Solok sepanjang Tahun 2018 sejak Januari hingga Desember dalam penanganan kasus narkoba.

Baca Juga :   Kapal Mina Rejeki Tenggelam di Muara Angke, 1 ABK Hilang
Kapolres Solok Arosuka beserta jajaran, memperlihatkan barang bukti narkoba sebelum dimusnahkan.

Untuk kasus narkoba sendiri kata AKBP Ferry Irawan menyebutkan,  sejak Januari hingga Desember 2018, terdapat 24 kasus dengan 27 orang tersangka pelakunya.

Untuk laporan kasus gangguan kamtibmas diwilayah hukum Polres Solok sepanjang Tahun 2018 katanya mengemukakan, terdapat 413 kasus.

Bila dibanding Tahun 2017 lalu,  yang berjumlah 606 kasus,  maka terjadi penurunan 187 kasus.

Kasus diselesaikan Tahun 2018 sebanyak 274 kasus (66%), sedangkan kasus diselesaikan Tahun 2017 sebanyak 409 kasus (68%) atau turun (2%).

Untuk laporan kasus Laka Lantas diwilayah hukum Polres Solok Arosuka sendiri kata AKBP Ferry Irawan menyebutkan,  pada Tahun 2018 terjadi 88 kasus.

Dibanding Tahun 2017 terjadi 136 kasus,  maka terjadi penurunan sebanyak 48 kasus.

Adapun korban meninggal dunia akibat Laka Lantas pada Tahun 2018 sebanyak 15 jiwa,  sedangkan pada Tahun 2017 sebanyak 24 jiwa.

Luka berat Tahun 2018 sebanyak 27 orang,  sedangkan pada Tahun 2017 sebanyak 73 orang.

“Jumlah kerugian materil akibat Laka Lantas Tahun 2018 sebesar Rp 225.400.000 sementara pada Tahun 2017 kerugian materil sebesar Rp 650.800.000,” tutur AKBP Ferry Irawan. (angga/rjt)