Seorang Pria di Berlin Diduga Lakukan Kanibalisme

oleh -24 views

Kabarsiana.com, BERLIN Kesatuan polisi penyelidik Jerman berhasil meringkus satu tersangka yang diduga memiliki kelainan jiwa untuk melakukan kanibalisme. Pelaku ditangkap sesaat setelah penyelidik menemukan barang bukti berupa satu set alat potong dan noda darah di salah satu sudut ruangan apartemennya.

Tak hanya itu, tim penyelidik juga melakukan penelusuran jejak digital pelaku. Benar saja, dari semua histori online pelaku menunjukkan beberapa tema artikel berkaitan kanibalisme. Sebelumnya petugas telah lama mencurigai gerak-gerik pelaku. Hal itu dikarenakan pelaku diyakini telah melakukan pembunuhan yang hingga saat ini masih dalam penyelidikan.

Melansir DW media juru bicara kejakasaan Berlin, yakni Martin Steltner menjelaskan, tim penyelidik Berlin sudah mengamankan pelaku yang diduga terkait atas beberapa pembunuhan misterius di Kota Berlin. Menurutnya upaya ini dilakukan dari penemuan tulang belulang korban di kawasan hutan Berlin pada bulan September 2020.

Sayangnya siapa identitas asli si pelaku, Martin masih enggan untuk mengungkapkannya. Alhasil, yang dijelaskan hanyalah profesi pelaku yang selama ini bekerja sebagai seorang guru di salah satu sekolah menengah Kota Berlin.

Baca Juga :   PBB Sambut Keputusan Mahkamah Internasional Soal Rohingya

Selain motif kanibalisme, tim penyelidik pun menyimpulkan bahwa pelaku memiliki motif kelainan seksual. Setidaknya, lanjut Martin, hal itu dibuktikan dari tulang yang ditemukan ialah bergender pria.

“Tersangka memiliki minat pada kanibalisme,” kata Martin, dikutip DW media Jerman.

Ketika dilakukan penggeledahan, pelaku pun kikuk dan tak mampu berbuat apa-apa. Dari hasil pencarian, petugas menemukan satu set alat pemotong seperti pisau besar dan gergaji. Tak hanya itu, petugas pun menemukan serpihan tulang manusia dan noda darah di salah satu sudut apartemen pelaku.

Pelaku yang diperkirakan berusia 41 tahun, kini sedang dalam interogasi lebih lanjut. Bahkan setelah tahap ini selesai, nantinya pelaku akan diserahkan ke pengadilan untuk menelaah lebih jauh semua tindak kriminal yang pernah dilakukannya.

DNA Cocok

Setelah ditelusur lebih jauh ternyata korban yang ditemukan di hutan Kota Berlin ialah Stefan (44), yang telah lama menghilang tanpa jejak. Sebelumnya Stefan dikabarkan hilang pada saat tengah malam di awal bulan September 2020.

Baca Juga :   Korban Tewas Ledakan Beirut Bertambah Jadi 171 Orang

Korban diketahui tinggal di distrik Lichtenberg, Berlin. Bahkan untuk mempermudah pencarian korban, petugas berupaya menyebar foto korban ke berbagai tempat.

Petugas pun memulai penyelidikan dengan daring sosial khusus kencan milik Stefan. Alhasil putugas yakin, hilangnya Stefan dimulai ketika ia mendapat kenalan dari platform tersebut. Maka dari itu pelacakan ketat pun dilakukan.

Polisi segera memeriksa ponsel Stefan yang tertinggal dan melacak riwayat penggunaan taksi online, guna memastikan apakah alamat pelaku benar dan sama dengan yang sudah dicurigai oleh kepolisian sebelumnya. (*/kpr)