Sejumlah Perumahan di Bekasi Terendam Banjir 1,5 Meter

oleh -19 views

Kabarsiana.com, BEKASI – Sejumlah perumahan di Kota Bekasi, Jawa Barat, terendam banjir dengan rata-rata ketinggian 1 meter hingga 1,5 meter. Perumahan yang terendam banjir berada di bantaran jalur sungai yang mempertemukan Sungai Cileungsi dan Cikeas.

“Beberapa perumahan yang terdampak dengan rata-rata tinggi (air) di atas 1 meter. Yang paling tinggi di Villa Jatirasa, ketinggian 190 sentimeter,” ujar Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi Hendra, mengutip Antara, Minggu (25/10).

Dia menjelaskan ketinggian air di jalur pertemuan Cileungsi dan Cikeas masih di atas normal, yaitu mencapai 715 sentimeter hingga Minggu dini hari. Tingginya air tersebut berasal dari derasnya hujan di Bogor, Jawa Barat, sepanjang Sabtu (24/10).

“Jalur Sungai Cileungsi dan Cikeas yang berhulu di Bogor melintasi Kota Bekasi dan bertemu di satu jalur Sungai Bekasi,” imbuhnya.

Sejumlah perumahan yang terdampak banjir, antara lain Villa Nusa Indah, Kemang Ifi, Pondok Mitra Lestari, Pondok Gede Permai, Villa Jatirasa, dan pemukiman lain yang berada di pinggir jalur sungai tersebut.

Baca Juga :   Pilkada 2020 Harus Dijadikan Momen Kampanye Akbar Lawan Covid-19

Menurut Hendra, tinggi air yang menggenang beberapa perumahan tersebut bervariasi antara 40 sentimeter hingga 190 sentimeter.

Melansir dari akun Twitter BPBD Kota Bekasi @BpbdBekasikota, para relawan gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi warga. Mereka bersiaga di daerah Pondok Mitra Lestari pagi ini.

Sebelumnya, pada pukul 02.45 WIB, BPBD Bekasi mengabarkan mengenai banjir yang juga terjadi di kawasan perbatasan yakni Bojong Kulur, kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Berdasarkan laporan, air mulai masuk ke permukiman warga pada pukul 23.30 WIB.

Sebelumnya, pada Jumat (23/10) lalu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menginstruksikan BPBD kabupaten/kota mencari definisi, dampak, dan bagaimana merespons bencana hidrometeorologi karena La Nina.

“Jadi masyarakat sudah siap (saat fenomena La Nina hadir di Jabar). Terus tentunya karena ini tidak lazim, buat sejumlah skenario terburuknya seperti apa,” kata pria yang karib disapa Emil itu. (*/ant/bir)