Sambut Musim Tanam di Kuansing, Juprison Dukung Tradisi Do’a Padang Dilestarikan

oleh -50 views
Masyarakat Hilir Kuantan Gelar Tradisi Do'a Padang sambut Musim Tanam. foto ardya

TELUKKUANTAN, (BM) – Masyarakat enam kecamatan di wilayah hilir Kuansing, seperti Kecamatan Pangean, Logas Tanah Darat, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang, Inuman dan Cerenti memiliki area persawahan yang mayoritas ditanami padi.

Sebelum bercocok tanam, ada tradisi yang sudah lama ditinggalkan oleh sebagian masyarakat di sejumlah kecamatan tersebut. Yakni tradisi do’a padang. Tradisi yang masyarakatnya satu kenegerian, satu kampung dan sekarang banyak dilaksanakan masyarakat di desa masing-masing yang melaksanakan berdoa bersama untuk menyambut musim tanam yang dihiasai dengan berbagai prosesi adat setempat.

“Memang, berdoa bersama sebelum memulai bercocok tanam banyak dilakukan oleh masyarakat kita sekarang. Tapi itu kebanyakan hanya berkelompok-kelompok. Padahal dulu, tradisi itu melibatkan masyarakat satu kampung. Mereka berdoa bersama agar hasil cocok tanam melimpah, Masyarakat jadi kompak dan Silaturrahmi jadi terpelihara,” jelas Juprison, Tokoh Pemuda Pangean kepada awak media usai menghadiri do’a padang di Desa Sukaping Pangean, Selasa (9/10) kemarin.

Ia mendukung penuh upaya masyarakat untuk menggalakkan kembali prosesi doa padang yang berkelanjutan dalam rangka menyambut musim tanam untuk ke depannya. Apalagi di Pangean, tradisi doa padang sudah lama tidak dihelat di tengah masyarakat. Dan ke depan, Juprison yang sekarang tengah berjuang merebut kursi DPRD Kuansing, tentu siap memperjuangkan aspirasi masyarakat agar tradisi yang menyatukan masyarakat ini bisa berkelanjutan.

Baca Juga :   4 Faktor Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi 2021

“Tradisi ini sudah lama hilang. Khususnya di Pangean. Sekarang sejumlah desa sepertinya sudah mulai kembali melaksanakan doa padang. Semangat ini tentu harus dipertahankan,” sebut Juprison.

Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kuansing nonaktif ini mengapresiasi semangat masyarakat Sukaping yang antusias mengikuti doa padang. “Ini adalah momen bagi masyarakat untuk merajut silaturrahmi. Pentingnya menjaga kekompakkan, persatuan dan kesatuan di tengah-tengah masyarakat. Semoga produksi padi tahun ini meningkat,” harapnya.

Sedangkan Camat Pangean Mahviyen Trikon Putra dihadapan para stakeholder di sektor pertanian, Kepala Desa Sukaping Pangean Awirman beserta ratusan masyarakat juga berharap doa padang ini terus dilaksanakan. Tidak tahun ini saja. Karena menurutnya, doa padang adalah wujud pengakuan lemahnya manusia dihadapan sang pencipta.

“Setelah tiga tahun ini kita dihadapkan dengan gagal panen. Semoga musim tanam tahun ini berhasil. Hasil panen berlimpah. Tentu masyarakat bergembira. Insya Allah,” pungkasnya. Mahviyen. (*).

laporan ; Ardya
editor ; Helmy Piliang