Roket Hantam Kabul, 3 Orang Meninggal

oleh -11 views

Kasbarsiana.com, KABUL – Rangkaian ledakan kencang terdengar di wilayah padat penduduk di Kabul, Afghanistan. Ledakan tersebut sedikitnya menewaskan sekitar tiga orang masyarakat sipil pada Sabtu waktu setempat.

Ledakan ini sekaligus menandai serangan baru dalam gelombang kekerasaan yang sedang berlangsung di Ibu Kota negara tersebut. Berdasarkan keterangan koresponden kantor berita AFP, ledakan tersebut terdengar seperti suara roket.

Semburan roket menghantam berbagai bagian tengah dan utara Kabul, termasuk di dekat zona hijau yang djiaga ketat. Wilayah ini merupakan kawasan kedutaan besar dan perusahaan internasional.

“Pagi ini teroris menembakkan 14 roket ke Kota Kabul,” kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Tariq Arian, Sabtu (21/11).

“Sayangnya roket menghantam wilayah pemukiman. Hingga saat ini, tiga orang warga negara kami tewas dan 11 lainnya luka-luka,” katanya.

Juru Bicara Kepolisian Kabul Ferdaws Faramarz mengonfirmasi jumlah korban tewas sebanyak 3 orang. Adapun Juru Bicara Kementerian Kesehatan Masooma Jafari menyebutkan jumlah korban tewas mencapai lima orang, dengan 21 orang luka-luka.

Baca Juga :   Warga Israel Ramai-Ramai Donorkan Sperma

Foto dan video yang beredar menunjukkan sejumlah bangunan dengan dinding dan jendela yang rusak, termasuk di bangunan kompleks kesehatan.

Hingga saat ini, tidak ada kelompok apapun yang mengklaim ledakan tersebut. Sementara Taliban sendiri membantah betanggung jawab atas serangan tersebut.
Pada Agustus lalu, serangan roket juga terjadi di Kabul, Afganistan. Menurut otoritas setempat ada 14 roket yang ditembakkan ke pusat kota, Selasa (18/8) silam.

Serangan roket terjadi pada saat negara itu tengah memperingati hari ulang tahun ke 101. Salah satu roket menghantam komplek Istana Kepresidenan Arg.

Setidaknya tiga orang tewas, termasuk dua anggota pengawal kehormatan Presiden Ashraf Ghani. Enam anggota pengawal kehormatan lain juga terluka.

“Total 16 orang terluka dalam serangan roket. Termasuk empat anak dan seorang wanita,” kata Juru Bicara Presiden Tareq Arian, dikutip dari AFP.

Belum ada kelompok yang mengklaim serangan. Istana Arg sendiri terletak di zona khusus dengan pengamatan berlapis, di mana sejumlah kedutaan besar negara sahabat berada di dalamnya.(*/hps)