Rentang 10 Hari, 3 Kader PDIP Diciduk KPK

oleh -27 views

Kabarsiana.com, JAKARTA – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak pekan terakhir November 2020 hingga pekan pertama Desember 2020 sukses menjaring tiga kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Merespons dinamika yang ada, PDIP mendukung penuh berbagai langkah KPK.

Ketiga kader partai ‘wong cilik’ yang terjaring KPK, yaitu Wali Kota Cimahi yang juga Ketua DPC PDIP Kota Cimahi Ajay Priatna (27/11), Bupati Banggai Laut yang juga Ketua DPC PDIP Banggai Laut Wenny Bukamo (3/12) dan Menteri Sosial yang juga Wakil Bendahara Umum PDIP Juliari Batubara (6/12).

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, PDIP menghormati seluruh proses hukum yang sedang berlangsung.

“Hukum adalah jalan peradaban untuk menegakkan keadilan dan kebenaran. Siapapun wajib bekerja sama dengan upaya yang dilakukan oleh KPK tersebut,” ujar Hasto sebagaimana dikutip dari laman resmi PDIP, Minggu (6/12).

Menurut dia, PDIP selalu mengingatkan kepada kader yang menjadi pejabat publik bahwa kekuasaan itu untuk rakyat. Partai melarang segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan, termasuk korupsi.

Baca Juga :   Status Darurat Bencana Lebak Diperpanjang

“Kalau sudah menyangkut hal tersebut, Ketua Umum PDI Perjuangan, selalu memberikan arahan kepada kadernya yang punya jabatan politik untuk tidak melakukan penyalahgunaan kekuasan, tidak korupsi. Tertib hukum adalah wajib bagi wajah pemerintahan yang bersih, bebas dari korupsi,” kata Hasto.

“Dalam tiga kali Sekolah Calon Kepala Daerah terakhir, PDI Perjuangan selalu mengundang pembicara dari KPK terkait pentingnya membangun kesadaran dan semangat anti korupsi tersebut,” lanjutnya.

Hasto pun mengungkapkan PDIP mengambil pelajaran yang sangat berharga dari berbagai peristiwa OTT tersebut. PDIP, menurut dia, terus membangun sistem pencegahan korupsi secara sistemik dan dengan penegakan disiplin agar berbagai kejadian yang ada benar-benar menciptakan efek jera. (*/miq/sef)