Refiadel: Yakinlah, Kebahagiaan Hanya Berkembang dari Tangis yang Jujur

oleh -39 views

“Dalam ketakzimannya, pohon-pohon berkabar tentang sunyi dan harapan yang terbakar. Namun bulan dan matahari, selalu membasuh mereka agar bertasbih dan membalut penderitaan dengan harapan-harapan baru. Harapan yang akan tetap tumbuh dalam datang dan kepergian. Dalam bersama, pun kesendirian”.

Maju dan terus berusaha menjadi yang terbaik, adalah asa setiap orang. Meski untuk tujuan yang sama, namun ada banyak pola, warna dan dinamika dalam setiap proses dan tahapan yang akan dilaluinya.

Tak satu dua yang menyerah sebelum mencoba, tak sedikit pula yang gagal meski telah berusaha sekuat tenaga. Namun, ada banyak yang berhasil melaluinya, mengantarkan mereka di puncak kejayaan dan masa-masa emas dalam kehidupannya.

Refiadel bersama istri dan anak-anak tercinta.

“Pada hakikatnya, hidup hanya akan dapat dipahami mundur, tapi harus dijalani ke depan. Untuk maju dan menjadi yang terbaik, biarkan saja orang lain mencemooh dan memandang remeh kita. Terpenting, jangan sampai kita diremehkan diri sendiri,” ujar Refiadel, Caleg DPRD Kota Padang Panjang periode 2019-2024.

Penyandang gelar adat Datuak Pincuran Ameh yang maju di Dapil 1 Padang Panjang Barat dari Partai Gerindra ini, sebenarnya bukan wajah asing lagi bagi hampir sebagian besar masyarakat Kota Padang Panjang. Sebab, Serambi Mekkah adalah tanah kelahirannya, tumpah darahnya. Masa kanak-kanak hingga remaja, tandas dia lumat disana.

Baca Juga :   Tingkatkan Kemampuan Wartawan, Bupati Buka UKW Angkatan I Jurnalis Wilayah Kerja Natuna

Bahkan, setelah puas menujuh tahun menjajal tanah rantau sebagai pengganti bangku perkuliahan usai menamatkan pendidikan di SMEA Negeri Padang Panjang pada tahun 1993, pesona dan keelokan Bukik Tui seperti tak kuasa membendung hasrat hatinya untuk kembali pulang. Mengerjakan apa yang bisa dikerjakan untuk tanah kelahiran. Membangun tanah harapan, mambangkik batang tarandam.

Refiadel bersama segenap konstituen dan pendukungnya usai kegiatan sosialisasi di Tanah Hitam beberapa waktu lalu.

“Ini adalah tentang harapan, keinginan dan tanggungjawab terhadap tanah kelahiran. Bukan tentang apa yang akan saya dapatkan, melainkan tentang segala apa yang saya bisa berikan. Insha Allah,” ujar Refiadel ketika disinggung tentang alasan yang mendorongnya untuk ikut berkontestasi di Pilleg Padang Panjang 2019.

Suami tercinta Rini Wati ini sepakat, jika jalan juang adalah ranah pengabdian yang membentang luas tanpa batas. Sekecil apapun ranah pengabdian, apapun profesi, latar belakang dan pekerjaan, sepanjang mampu memberikan manfaat dan kemaslahatan terhadap sesama, maka Allah SWT telah mencatatkannya sebagai ladang amal, sumber dari segala sumber kebaikan.

Refiadel hanya ingin selalu bersama-sama dengan masyarakat. Saling bergenggaman tangan untuk mewujudkan kebahagiaan, keadilan dan kesejahteraan bersama seluruh masyarakat Padang Panjang. Banyak sekali mimpi yang hendak diwujudkannya untuk membangun dan mengembalikan muruwah Padang Panjang melalui keterwakilannya di legislatif. Konsep itu ada padanya, sudah di pikirannya. Dunsanak dan urang kampuang, bisa menagihnya kapan saja.

Baca Juga :   Rehabilitasi Narkotika Warga Binaan Digencarkan Tahun Depan
Refiadel menyampaikan gagasan dan mimpi-mimpi besarnya jika kelak diamanahkan masyarakat untuk mewakili mereka di DPRD Kota Padang Panjang periode 2019-2024.

“Pulang kampung ke Padang Panjang, berbaur kembali bersama masyarakat tanah kelahiran, hingga akhirnya terjun di kancah politik dan maju sebagai calon legislatif, semua adalah panggilan jiwa saya. Bukan hanya tentang rasa, tapi lebih kepada aksi nyata yang berdampak dan berkelanjutan,” tandasnya.

Datuak Daih, begitu Refiadel akrab disapa, punya banyak mimpi untuk Padang Panjang, untuk tanah kelahirannya. Amanah, akan selalu dia junjung tinggi dan dijadikan sebagai pijakan untuk mengonversi segala kerisauan menjadi gerakan-gerakan yang mendatangkan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Padang Panjang.

“Kita harus bergerak dan maju bersama. Berdua puluh, apalagi sendirian, saya tak mungkin bisa. Harus menjadi tanggungjawab bersama. Doa dan dukungan seluruh masyarakat Padang Panjang sangat saya butuhkan untuk bisa mewujudkan mimpi itu bersama-sama,” kata Datuak Daih.

Berangkat dari Keprihatinan

Datuak Daih hanya masyarakat biasa. Dia lahir, tumbuh dan berkehidupan di tengah-tengah keluarga sederhana. Lingkungan tempat dia tumbuh dan dibesarkan, juga telah mengajarkannya banyak hal tentang kelam dan kemiskinan, ketimpangan dan kesenjangan sosial di tingkat masyarakat lapisan bawah. Ya, keprihatinan, sebenar-benar telah menggugah naluri kemanusiannya untuk segera bangkit. Berbuat untuk segala apa yang bisa diperbuat.

Baca Juga :   20 TKI Ilegal dari Malaysia Dikarantina

Datuak Daih berprinsip, jika hidup adalah perjuangan. Dan pengalaman adalah maha guru yang telah mengajarkannya tentang banyak hal, serta mendidiknya untuk bangkit menjadi lebih besar.

Refiadel (tiga kiri), bersama tokoh lintas partai dan para penggerak GAMPO Padang Panjang, saat bersilaturrahmi dengan Walikota, Fadly Amran.

“Sungguh, saya hanya ingin mengabdi kepada masyarakat banyak dan ingin berbuat untuk kota yang sama-sama kita cintai ini. Semoga Allah SWT meridhoi perjuangan saya, perjuangan kita seluruh masyarakat Padang Panjang yang menginginkan perubahan. Yakinlah, kebahagiaan berkembang dari tangis yang jujur, bukan dari seulas senyum yang dipaksakan,” tandas Datuak Daih.

Kita sepakat, bahwa tidaklah seorangpun mampu mengubah masa lalu. Namun, semua orang bisa untuk berencana dan berbuat yang terbaik untuk masa depan. Dan Refiadel, datang untuk itu. Dia hadir dengan berjuta harapan dan mimpi-mimpinya untuk menjawab segala tantangan, mewujudkan masyarakat dan masa depan Padang Panjang yang bermuruwah, bermartabat. Semoga. (**)