Realisasi Serapan Bansos Sembako Jabodetabek 82,59 Persen

oleh -34 views
Petugas PPSU dibantu warga menurunkan paket Bantuan Sosial Tahap 5 di rumah ketua RW 08, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (2/8/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan Kementerian Sosial RI menyalurkan bantuan sosial (Bansos) Tahap 5 mulai 22 Juli sampai 6 Agustus ke rumah-rumah dari 2,4 juta keluarga miskin dan rentan terdampak Covid-19, baik yang ber-KTP DKI maupun ber-KTP non-DKI yang bermukim di Jakarta. SP/Joanito De Saojoao.

Kabarsiana.com, JAKARTA – Kementerian Sosial telah menyalurkan anggaran bansos sembako untuk masyarakat di Jabodetabek selama pandemi Covid sebesar Rp 5,65 triliun atau 82,59 persen. Penyaluran bantuan ini akan selesai pada Desember nanti.

“Saat ini realisasinya 82,59 persen atau nominalnya Rp 5,65 triliun,” kata Menteri Sosial Juliari Batubara saat konferensi pers, Rabu (4/11).

Ia menerangkan, pada periode awal yakni April hingga Juni, bansos sembako yang disalurkan kepada masyarakat senilai Rp 600 ribu per keluarga per bulan. Namun kemudian pemerintah melakukan penyesuaian besaran bantuan pada Juli hingga Desember menjadi Rp 300 ribu.

“Karena pada bulan Juli itu kita mengetahui juga ada tambahan-tambahan program baru dari pemerintah yang melengkapi beberapa program-program perlindungan sosial yang sudah berjalan,” ujar dia.

Sedangkan untuk bansos tunai bagi warga terdampak Covid-19 di luar Jabodetabek, anggaran telah terserap sebesar Rp 25,8 triliun dari total anggaran Rp 32,4 triliun. Bantuan ini juga masih berjalan hingga Desember nanti.

Juliari optimistis penyaluran bansos tunai tak akan menemui kendala dan dapat terserap 100 persen. Sementara, untuk bansos tunai bagi keluarga penerima manfaat sembako non PKH telah tersalurkan 100 persen yakni sebesar Rp 4,5 triliun.

Baca Juga :   Hampir Separuh Wilayah Tulungagung Tanpa Akses Internet

“Ini sifatnya ditransfer langsung ke rekening, rekening keluarga penerima manfaat seluruhnya ada di bank himbara ini sudah dieksekusi di September yang lalu,” jelas Juliari.(*/rol)