Ratusan Massa Datangi Kantor Bupati dan DPRD Kuansing, Ada Apa?

oleh -49 views
Ratusan massa kenegerian Teluk Kuantan mendatangi kantor Bupati dan DPRD Kuantan Singingi, Rabu (24/10). Foto: Ardya

KUANSING, (BM)- Ratusan massa yang tergabung dalam masyarakat Kenegerian Teluk Kuantan mendatangi kantor bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Rabu (24/10) sore.

Kedatangan ratusan massa tersebut disambut langsung oleh Bupati Kuansing Mursini dan Sekda Kuansing Dianto Mampanini.

Kehadiran massa tersebut, terkait tidak puasnya masyarakat dengan pemerintahan Mursini-Halim (MH) yang sudah berjalan tiga tahun tersebut.

Selain kantor bupati Kuansing, massa yang berjumlah sekitar 300 san orang itu juga mendatangi kantor DPRD Kuansing.

Saat penyampaian orasi, tampak hadir Datuk Bisai, Ediyanus Herman, Korlap Rustam Salam, Datuak Penghulu Nan Berompek Kenegerian Teluk Kuantan, seperti Teddy Oscar, Raja Efendi, Alsir Ali Hasan dan ammrizal.

Ketua panitia sekaligus orator, Emil Harda menyampaikan bahwa pemerintahan MH kurang respon terhadap tuntutan masyarakat kenegerian Teluk Kuantan.

Padahal, lanjut Emil Harda, penyumbang suara terbesar pada kemenangan Pilkada Kuansing lalu pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kuansing Mursini – Halim (MH) adalah kenegerian Teluk Kuantan.

“Sejak pemerintahan MH, kami melihat banyak kebijakan yang berbeda pandangan, sehingga terkadang terkesan berlawanan antara bupati, Wabup dan Sekda. Sehingga masyarakat menjadi bingung. Bahkan beberapa waktu lalu sempat heboh terkait cekcok antara bupati dan Wabup. Inikan membuat malu,” kata Emil Harda.

Baca Juga :   Wujudkan Mimpi Almarhum HM. Sani, Pemerintah Provinsi Kepri Segera Realisasikan Rumah Sakit Pratama Type D di Tanjung Batu

Selain itu, dalam tuntutannya yang disampaikannya, bahwa masyarakat Kenegerian Teluk Kuantan juga menyoroti hubungan antara eksekutif dengan legislatif. Pemandangan tersebut sering terlihat pada acara yang diselengarakan oleh pihak eksekutif, ketua DPRD tidak hadir.

“Masih segar dalam ingatan kita saat pelantikan Bupati dulu. Ketua DPRD tidak hadir. Ini terkesan bahwa DPRD sebagai lembaga oposisi. Kita berharap, kedepan, pemerintah dengan legislatif bergandeng tangan membangun Kuansing ke arah yang lebih baik,” pinta Emil Harda.

Emil Harda menambahkan, banyaknya bangunan yang terbengkalai di Kuansing menjadi contoh tidak keseriusan pemerintah.

“Coba lihat pasar modern, Hotel Kuansing, gedung Abdurrauf. Tidak terawat dan sebagian sudah hancur. Itu belum termasuk jalan masuk kampus Uniks yang berlumpur,” ungkapnya.

Sampai pukul 15.00 WIB, ratusan massa sedang melakukan orasi di gedung DPRD Kuansing. Belum ada tanggapan resmi dari Pemkab Kuansing dan DPRD Kuansing terkait aksi ratusan masyarakat tersebut. (*)

 

Laporan     : Ardya Chaniago

Editor         : Helmy Piliang