Rajo Bagindo Ali, Ulama Minangkabau Pertama Penyebar Islam di Filipina

oleh -14 views

SEBAGAI ulama besar dari keturunan Minangkabau, Raja Bagindo Ali atau Rajah Baguinda Ali merasa terpanggil untuk melanjutkan dakwah yang sempat terhenti di Pulau Suluh, Fiilipina.

Rajo Bagindo merupakan sebuah gelar di Minangkabau yang merupakan gelar kehormatan dan pimpinan kaum adat sekaligus kepala Suku Kampai di Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu, Desa Balun, Solok Selatan. Gelar ini juga ada di Taluak Banda Sapuluah di Batangkapas, Pesisir Selatan.

Kepulauan Sulu terletak di selatan Filipina dan berdekatan dengan negara bagian Sabah, Malaysia. Pulau ini memiliki luasan 1.600 kilometer dimana penduduk aslinya merupakan keturunan Suku Bajau, Banguingui dan Tausug dengan bahasa daerah Melayu dan Tagalog.

Dikutip dari sumbarprov.go.id, di tahun 1390 akhirnya hati Raja Bagindo benar-benar terpanggil dan datang ke Sulu melanjutkan dakwah Islam yang pernah dirintis oleh seorang ulama keturunan Arab, Karim ul-Makhdum.

Dibawah dakwah Raja Bagindo, Islam di Suluh berkembang dengan pesat. Ditandai dengan lahirnya cikal-bakal Kesultanan Sulu selatan pada akhir abad ke-14. Hingga akhir hayatnya Raja Bagindo sudah mengislamkan masyarakat Sulu sampai ke Pulau Sibutu, Brunei, Serawak dan Sabah.

Baca Juga :   BJ Habibie, Presiden yang Ahli Pesawat Terbang Tiada Banding

Memasuki tahun 1450 kiprah Rajo Suluh yang sudah terkenal digantikan oleh menantunya sendiri seorang Arab dari Johor, Sharif ul-Hashim Syed Abu Bakar yang menikahi putrinya, Paramisuli putri Raja Bagindo.

Begitu pesatnya perkembangan Islam di Suluh, tahun 1457 menantunya memproklamirkan berdirinya Kesultanan Sulu dan memakai gelar Paduka Maulana Mahasari Sharif Sultan Hashem Abu Bakr. Gelar Paduka merupakan gelar penduduk lokal yang artinya tuan sedangkan Mahasari bermaksud yang dipertuan.

Namun, kemegahan kerajaan Suluh kini hanya tinggal kenangan. Keagungan Islam disana bahkan sempat dicederai dengan kasus penyanderaan warga negara Indonesia oleh kelompok Abu Sayyaf. ***