Produksi Madu Palsu, 3 Pelaku Dibekuk Polda Banten

oleh -40 views

Kabarsiana.com, SERANG  – Kepolisian Daerah (Polda) Banten, Selasa (10/11) menggelar konfrensi pers terkait diamankannya tiga orang yang memproduksi madu tanpa standar keamanan pangan atau madu palsu.

Kapolda Banten Irjen Pol Drs Fiandar didampingi Dirreskrimsus Kombes Pol Nunung Syaifuddin, dan Kabid Humas Kombes Pol Edy Sumardi, Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan BPOM Provinsi Banten, memimpin langsung kegiatan tersebut di Mapolda Banten.

Kapolda mengatakan, pada Rabu (4/11) pada pukul 12.00 WIB, Ditreskrimsus mengamankan 3 tersangka di dua tempat berbeda. Tersangka pertama berinisial AS (24) ditangkap di depan Alfamart di Leuwidamar Kabupaten Lebak, Dua tersangka lainnya berinisial  TM (35) dan MA (47) diamankan di kantor CV. Yatim Berkah Makmur di Joglo Kembangan Jakarta Barat.

“Dari lokasi penangkapan pertama petugas berhasil mengamankan 20 botol madu yang diduga palsu dengan kemasan botol kaca berukuran 500 ml dan 1 jerigen madu yang diduga palsu dengan kemasan ukuran 30 liter. Sedangkan dari lokasi yang kedua berhasil diamankan bahan baku pembuatan madu palsu berupa 2 drum glucose 300 liter, 2 drum glucose 150 liter, 1 drum glucose 200liter, 45 jerijen fructose 30 liter, molases/tetes tebu 10 liter dan  brotowali (pemahit) 40 liter,” jelasnya.

Baca Juga :   12 Terduga Teroris di Kalsel, Bali dan NTB Ditangkap

Selanjutnya juga diamankan 1 drum cairan madu siap jual 300 liter, 2 drum cairan madu siap jual 100 liter, 1 drum cairan madu siap jual 20 liter, 16 jerigen cairan madu siap jual 30 liter, 1 buah dandang untuk masak, 1 buah kompor gas, 2 buah teko, 1 buah mixer, 1 buah ember, 2 buah saringan, 2 buah corong.

Tak hanya barang bukti di atas, petugas juga mengamankan 2 buah tongkat kayu, 40  karung berisi botol beling kosong ukuran 500 ml, 3 karung tutup botol, uang tunai hasil penjualan sebesar Rp 66.000.000,-, 35 amplop bon penjualan, 23 lembar bukti pembelian bahan baku warna putih, 20  lembar bukti pembelian bahan baku warna merahdan 1 unit hand phone merek Vivo warna merah.

Terungkapnya kasus produksi madu palsu tersebut, menurut Kapolda bermula dari informasi dan keresahan masyarakat terhadap peredaran madu yang diduga palsu serta motif ketiga pelaku yaitu untuk mencari keuntungan dengan membuat pangan olahan jenis madu yang berbahan baku gula (Glucose, Fructose, dan Molases/Tetes tebu) dan diperjual-belikan seolah-olah madu asli kepada konsumen.

Baca Juga :   Dolar AS dan Rupiah Disita KPK dari OTT Pejabat UNJ & Kemendikbud

Sementara itu Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Nunung Syaifuddin mengatakan, pelaku menjalankan kegiatan usaha pembuatan/produksi pangan olahan jenis madu yang dilakukan oleh CV. Yatim Berkah Makmur tersebut dalam sehari menghasilkan 1 ton pangan olahan berupa madu dan bahkan bisa lebih (tergantung pemesanan).

“Omset yang dihasilkan yaitu jika harga 1 liter pangan olahan jenis madu dijual Rp 22.000,-  maka dalam satu hari pelaku menghasilkan 1 ton dan dalam sebulan dapat menghasilkan omset sebesar Rp 673.200.000,” jelasnya.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi menjelaskan bahwa pasal yang dikenakan untuk MS (47) Pemilik CV. Yatim Berkah Makmur adalah Pasal 140 Jo Pasal 86 ayat (2), Pasal 142 jo pasal 91 ayat (1) UURI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman hukuman penjara 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.4.000.000.000 (empat milyar rupiah), dan Pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf f dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak 2.000.000.000 (Dua Milyar Rupiah)

Baca Juga :   2 Provinsi dan 16 Kabupaten/Kota Terapkan PSBB

“Sedangkan untuk tersangka TM (35) dan AS (24) dijerat dengan Pasal 198 jo pasal 108 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah),” ujar Edy Sumardi.

Berdasarkan penjelasan dari Dinas Kesehatan lanjut Edy, madu yang tak memililiki standar tersebut, jika dikonsumesi dapat berdampak/mengakibatkan obesitas serta menimbulkan penyakit diabetes serta kanker. (*/rel)