Prancis Darurat, 7.000 Tentara Dikerahkan

oleh -14 views
A French army soldier stands by the the Notre-Dame de l'Assomption Basilica in Nice on October 29, 2020 after a knife-wielding man kills three people at the church, slitting the throat of at least one of them, in what officials are treating as the latest jihadist attack to rock the country. (Photo by ERIC GAILLARD / POOL / AFP)

Kabarsiana.com, PARIS – Pemerintah Prancis memberlakukan status darurat tingkat tinggi setelah insiden penikaman di sebuah gereja di kota Nice. Sebanyak 7.000 tentara dikerahkan untuk bersiaga di jalan, tempat ibadan dan sekolah.

Penikaman terjadi pada Kamis (29/10) pagi waktu setempat. Tiga orang tewas dalam serangan teroris terbaru di Prancis. Insiden ini hanya berselang dua pekan pascapembunuhan seorang guru sekolah usai membahas karikatur Nabi Muhammad di kelas kebebasan berekspresi.

Perdana Menteri Prancis, Jean Castex, mengumumkan sistem peringatan keamanan nasional Vigipirate negara itu akan diberlakukan pada level darurat serangan–tingkat tertinggi dari protokol keamanan.

AFP melaporkan, Jumat (30/10), Vigipirate adalah akronim Prancis yang menyatakan situasi kewaspadaan dan perlindungan instalasi terhadap risiko serangan bom teroris.

Pemberlakukan status darurat tingkat tinggi diikuti penambahan tentara yang disiagakan di jalanan, tempat ibadah, dan sekolah dari 3.000 menjadi 7.000 personel.

Di saat bersamaan, polisi di Avignon mengklaim berhasil mengungkap satu orang pelaku penikaman. Polisi terpaksa menembak mati pelaku yang berusaha menyerang petugas saat hendak ditangkap.(*/ini)

Baca Juga :   Update Corona 10 Mei 2020: 14.032 Positif , 2.698 Sembuh & 973 Meninggal