Potensi Zakat di Indonesia Rp217 T

oleh -83 views

Kabarsiana.com, JAKARTA — Indonesia merupakan sebuah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Apalagi, dari hampir 300 juta penduduk Indonesia, lebih dari 80 persennya adalah muslim. Ini tentu sebuah potensi yang besar jika dioptimalkan dalam pengumpulan zakatnya. Dari perhitungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), potensi zakat di negeri ini mencapai angka Rp 217 triliun.

Jumlah ini tentu sangat besar, namun sayangnya tak mudah menghimpun zakat sebanyak itu meski potensinya luar biasa besar. Hal ini dikatakan anggota Baznas, Irsyadul Halim, menurutnya tidak mudah mencapai potensi zakat yang angkanya ratusan triliun itu.

“Potensi zakat Rp 217 triliun itu jangan lupa termasuk perusahaan besar. Kita tahu perusahaan besar bukan milik orang Muslim semuanya, ini tentu bukan sesuatu yang gampang untuk diselesaikan, ” kata Irsyadul di Jakarta pada Jumat (13/12).

Berdasarkan penelitian Baznas, Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Bank Pembangunan Islam (IDB) potensi zakat nasional mencapai Rp 217 triliun. Angka tersebut  berdasarkan produk domestik bruto (PDB) 2010.

Baca Juga :   Duo Penalti CR7 Buyarkan Kemenangan Atalanta atas Nyonya Tua

Irsyadul mengatakan, potensi zakat Rp 217 triliun berdasarkan dari kategori perusahaan dan ritel. Sementara perusahaan negara diambil dari zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat lebih mudah, berbeda dengan karyawan dari perusahaan swasta.

“Kalau ASN bisa, termasuk kepala kantor. Tapi pegawai swasta yang non, bagaimana supaya berzakat?” kata dia.

Namun Baznas akan terus berupaya meningkatkan pengumpulan dana zakat setiap tahun. Irsyadul mengatakan, Baznas akan menjadi lembaga yang transparan, dengan mempublikasikan dana yang diterima, kapan dan di mana, serta diserahkan kepada siapa saja.

Masyarakat juga dapat melihatnya melalui website, maupun sosial media Baznas. Setelah berupaya meningkatkan tranparansi, dan akuntabilitas, maka kepercayaan dari masyarakat pun akan tumbuh.

“Kepercayaan tumbuh, dia akan menyalurkan ke Baznas. Apa lagi Muslim sudah senang dengan Baznas. Kuncinya harus amanah, akuntabel dan jujur,” kata dia. (*/rol)