Polsekta Pekanbaru Tahan Ustadz HY

oleh -51 views

Kabarsiana.com, PEKANBARU  – Empat kali tidak penuhi panggilan polisi dari unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kota Pekanbaru, Ustadz HY akhirnya dijemput paksa dari sebuah hotel di Jakarta. Saat ini, ustadz kondang tersebut mendekam di balik jeruji.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ustadz HY ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penipuan dan penggelapan terhadap RR sebesar Rp 90 juta. Uang tersebut diterima HY dengan janji manis untuk menyelamatkan saudara kandung RR dari pemecatan sebagai pegawai.

Dari informasi yang diperoleh redaksi, penjemputan terhadap HY dipimpin Kanir Reskrim Polsekta Pekanbaru, Ipda Budi Winarko. Sang pendakwah tersebut diamankan di sebuah hotel di Jalan Prof DR Soepomo Tebet Barat, Jakarta Selatan. Saat penangkapan, HY sedang berdua dengan istri keduanya.

Kepada petugas yang menjemputnya, HY mengakui perbuatannya. Namun dia belum bisa menyelesaikan persoalannya dengan RR dikarenakan sedang disibukkan oleh pekerjaannya yang sangat padat dan menyita waktu.

“Rencananya, kami akan melakukan mediasi dengan saudara RR, tapi pihak kepolisian sudah terlanjur menjemput,” kilahnya saat penangkapan.

Baca Juga :   Wako Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano, Lantik Sebelas Kabinet Kejayaan

Ipda Budi Winarko menyebutkan, penjemputan paksa dan penangkapan terhadap HY terpaksa dilakukan, karena yang bersangkutan telah empat kali menggabaikan pemanggilan polisi. Selain itu, tim yang pernah dikirim untuk melakukan pemeriksaan tidak dihiraukan oleh HY.

“Sebelumnya kita sudah mengirimkan dua kali surat pemanggilan sebagai saksi dan dua kali sebagai tersangka, namun tersangka HY tidak memenuhi pemanggilan tersebut. Karena tidak ada itikad baik, makanya dilakukan penjemputan paksa,” jelas Budi.

Di tempat terpisah, penasehat hukum RR, Makhfuzat Zein, mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi tindakan yang diambil oleh unit Reskrim Polsek Kota Pekanbaru, karena memang selama ini HY tidak pernah memiliki itikad baik terhadap korban maupun hukum yang sedang ditegakkan.

“Keluarga mengapresiasi tindakan kepolisian, kami berharap hukum dapat ditegakkan dan HY menerima ganjaran dari perbuatannya. Kedepan kita meminta pihak kepolisian untuk tidak memberikan penangguhan terhadap tersangka, faktor utamanya adalah tidak ada itikad baik yang ditunjukkannya selama ini,” kata Makhfuzat beralasan. (man)