PN Siak Kembali Eksekusi Lahan Tol

oleh -45 views

Kabarsiana. SIAK – Pengadilan Negeri (PN) Siak, Kamis (28/11) lalu,  kembali mengekseskusi lahan milik warga untuk pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai, di Kampung Kandis, Kecamatan Kandis, Siak.

Lahan seluas 5.000 meter persegi tersebut berada di lokasi STA 50+550 Jalan Limbek, Kampung Kandis Kecamatan Kandis.

Saat juru sita membacakan sita eksekusi, pemilik lahan datang ke lokasi sambil berteriak-teriak.

Mereka tidak rela lahan yang menjadi tumpuan hidupnya dieksekusi.

Namun, upaya mereka menggagalkan sita eksekusi itu dihalangi oleh pihak kepolisian.

Gelombang protes warga tidak memengaruhi sita eksekusi yang dilakukan PN Siak.

Maklum saja, jumlah pengawalan yang diturunkan Polres Siak terlalu banyak, sehingga dengan mudah menghalangi protes pihak pemilik.

Sementara itu, dari pembangunan Jalan Tol Pekanbaru – Sumatera Barat, didapat info nilai investasi jalan tol yang melintasi Kabupaten Kampar sepanjang 44 kilometer tersebut diperkirakan sebesar Rp 3,5 triliun lebih.

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar, Azwan, menuturkan berdasarkan pemaparan data teknis Kepala Proyek Pembangunan Jalan Tol (BPJT) Ruas Pekanbaru-Bangkinang, Eka Dharma hari ini pengerjaan pembangunan Jalan Tol ditargetkan selama 730 hari atau pada tahun 2022 sudah rampung diluar pemeliharaan.

Baca Juga :   KPK Tahan 11 Mantan Anggota DPRD Sumut Terkait Dugaan Suap

Dikatakan, item pekerjaan yang bakal di lakukan meliputi pematangan lahan/tanah, right pavement, overpass, underpass, box drain, box traffic, box portal, dan box pedestrian.

Tol Pekanbaru – Bangkinang,  nantinya jelas Azwan, akan terhubung dengan Tol Pekanbaru – Rengat serta Tol Pekanbaru – Dumai.

Pengerjaan ruas ini dimulai dari Kubang kecamatan Siak Hulu menuju exit tol di Desa Sungai Telo, Bangkinang Seberang, melintasi 15 desa lainnya.

Terkait ganti rugi tanah terdampak dilakukan pihak binamarga sesuai harga pasaran.

“Kita akan himbau 5 Camat dan 15 Kades yang daerahnya terkena proyek Jalan Tol untuk mensosialisasikan hal tersebut,” ungkapnya.

Ia berharap para Camat dan Kades bisa memberi pengertian yang baim kepada masyarakat. (***)