PN Batalkan Hak Cipta Logo PSMS Medan 1950 Milik PT Pesemes

oleh -50 views

Kabarsiana.com, MEDAN – Pengadilan Negeri Medan memutuskan menerima dan memenangkan gugatan mantan ketua umum PSMS Medan DR Mahyono terkait pembatalan hak cipta logo PSMS Medan 1950 yang diklaim milik PT Pesemes Medan dengan CEO, Syukri Wardi.

Dalam putusan sidang di pengadilan negeri Medan Selasa (10/12),  Majelis Hakim yang diketuai Erintuah Damanik mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya dalam hal ini DR Mahyono. Dari hasil putusan menyebutkan bahwa tergugat satu PT Pesemes Medan dan tergugat dua Syukri Wardi memiliki itikat yang tidak baik ketika mendaftarkan logo ke Kementerian Hukum dan HAM RI.

“Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya, Menyatakan Penggugat adalah pihak yang berhak untuk mengajukan gugatan pembatalan pencatatan Ciptaan Surat Pendaftaran Ciptaan No. : 067984 tanggal 28 Maret 2014 berikut Perbaikan Surat Pendaftaran Ciptaan No. : HKI.2-HI.01.07-29 tanggal 28 Mei 2014 yang diterbitkan Kementerian Hukum dan HAM RI Dirjen Hak Kekayaan Intelektual,” ungkap Erintuah dalam sidang putusan.

Hakim juga menyatakan Logo “PSMS Medan 1950” adalah merek terkenal milik PSMS Medan yang sudah dikenal sejak tahun 1950.

“Menyatakan Tergugat I dan Tergugat II adalah Pemohon yang beriktikad tidak baik. Menyatakan batal pencatatan ciptaan Surat Pendaftaran Ciptaan No. : 067984 tanggal  28 Maret 2014 berikut Perbaikan Surat Pendaftaran Ciptaan No. : HKI.2-HI.01.07-29 tanggal 28 Mei 2014 yang diterbitkan Kementerian Hukum dan HAM RI Dirjen Hak Kekayaan Intelektual,” jelasnya.

Hakim Erintuah juga memerintahkan Kementerian Hukum dan HAM RI Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (Turut Tergugat) untuk mencatat pembatalannya dalam daftar umum ciptaan. “Menghukum Tergugat I dan Tergugat II untuk membayar  biaya yang timbul dalam perkara,” pungkasnya.

Dalam pertimbangannya Majelis Hakim menyebutkan bahwa dalam fakta persidangan bahwa logo PSMS Medan 1950 sudah digunakan sejak 1 April 1950 pada pakaian dan souvenir PSMS Medan baik di pertandingan lokal, nasional maupun internasional.

“Menimbang pokok perkara meniru, bahwa tergugat I dan II sudah mendaftaran  ciptaan sebagai merek PSMS Medan pada 2 agustus 2013 adalah milik tergugat I dan II. Logo PSMS Medan 1950 yang terdiri dari 6 helai tembakau berwarna hijau dengan bunga warna putih. Bahwa menimbang sesuai keterangan saksi Tumsila, Saksi Nobon dan Parlin Siagian bahwa logo PSMS Medan sudah ada sejak 1 April 1950 dan sudah dipakai sejak tahun 1950 an di baju dan souvenir baik di pertandingan lokal, nasional maupun internasional,” jelasnya.

Baca Juga :   Wabup Solok Ajak Orangtua Awasi Anak dari Pengaruh LGBT dan Narkoba

Hakim juga menyebutkan bahwa adanya kesamaan logo yang didaftarkan tergugat I dan II dengan logo yang dipakai PSMS sejak 1950 artinya mengindikasikan adanya salah satu yang menjiplak.

“Kedua logo tersebut memiliki kesamaan sejumlah daun tembakau 6 helai warna hijau hanya yang membedakan bunga milik penggugat warna putih sedangkan milik tergugat satu dan dua berwarna kuning. Berdasarkan fakta notoir bahwa PSMS Medan memang telah mempergunakan logo tersebut sebelum tergugat satu dan dua mendaftarkannya. Dan memiliki kemiripan dengan demikian salah satu dari logo tersebut adalah hasil penjiplakan,” jelasnya.

Dalam pertimbangannya, Hakim Erintuah menerangkan bahwa tergugat I dan II melakukan penjiplakan terhadap logo yang sudah ada sejak 1950 dan diciptakan oleh 6 klub pendiri PSMS.

“Maka Majelis Hakim berpendapat logo yang diklaim tergugat I dan II adalah milik penggugat sehingga tergugat satu dan dua tidak memiliki itikat baik dalam logo tersebut. Menimbang bahwa berdasarkan hal tersebut majelis hakim berpendapat bahwa tergugat I dan II bukan sebagai pencipta atas logo psms medan tahun 1950 namun adalah 6 klub pendiri PSMS Medan yaitu  Indian Football Team ( IFT), PS Alwhatan (etnik Arab), PS Sahata  (Etnik Batak), PS Medan Sport (Medan Putra-etnik Melayu), PS PTP (Deli Maskapai) dan PS Persatuan Olahraga Polisi (POP) Polisi,” jelas Erintuah.

“Artinya Tergugat I dan II menjiplak dan meniru dan mengaku logo PSMS Medan secara tanpa hak melawan hukum dan mendaftarkannya kepada Dirjen Haki menyatakan perbuatan tersebut dikualifikasi beritikad tidak baik,” tambahnya.

Majelis Hakim juga menolak seluruh eksepsi yang diajukan tergugat I dan II, bagi Majelis Hakim Mahyono memiliki wewenang sebagai ketua umum PSMS Medan.

“Terhadap eksepsi absolut telah diputus yang dalam amarnya menolak.  Manyatakan bahwa pengadilan niaga atau pengadilan negeri medan berwenang mengadili perkara aquo. Bahwa penggugat memiliki legal standing sebagai ketum  2015-2019 berdasarkan rapat luar biasa,” pungkasnya.

Baca Juga :   Wanita Hamil 6 Bulan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Usai dibacakan, Majelis Hakim juga memberikan waktu kepada para pihak untuk mengajukan kasasi terhadap putusan tersebut apabila ada yang keberatan.

Kuasa Hukum penggugat, Bambang  Abimayo menyambut baik putusan ini karena menandakan tidak adanya dualisme dari PSMS Medan. Bambang juga menjelaskan bahwa putusan hakim PN Medan sudah tepat menangani perkara logo karena sesuai undang-undang.

“Sebagai kuasa hukum PSMS Medan menyatakan dengan jelas tidak ada dualisme tentang kepengurusan PSMS Medan. Dalam UU hak cipta ditolaknya hak cipta Syukri Wardi tidak punya itikad baik. Keputusannya sudah tepat,” tegasnya.

“Tentang kompetensi absolute, bahwa sesuai dengan UU 48 tentang pokok kehakiman jelas bahwa Pengadilan Niaga adalah salah satu hakim yang berhak mengadili dalam peradilan umum yang niaga dalam satu bentuk peradilan khusus yang berada di dalam Peradilan umum. Sukri wardi tdk punya itikad baik karena meniru logo psms Medan yg sudah ada sejak tahun 1950. Sedangkan yang bersangkutan lahir di tahun 1966, bagaimana logikanya,” tuturnya.

Ia menerangkan bahwa pihak manajemen selanjutnya akan ke Jakarta untuk mendaftarkan logo PSMS ke Dirjen HKI dengan membawa salinan putusan Pengadilan Negeri Medan atas pembatalan gugatan PT PeSeMes.

“Kita akan berkoordinasi dahulu dengan Pengurus akan segera ke Jakarta secepatnya untuk mendaftarkan Logo PSMS ke HKI agar ke depan tidak ada lagi yang mengklaim PSMS Medan milik pribadi,” ungkap Bambang.

Ia juga menyebutkan putusan ini menjadi angin segar bagi para sponsor agar tidak lagi bingung terhadap PSMS Medan. “Putusan tersebut, akan kembali ke Dirjen HAKI untuk melakukan upaya hukum selanjutnya. Kami juga akan melakukan upaya hukum perdata dan pidana untuk Syukri Wardi. Karena dia tidak punya itikad baik untuk menggunakan logo ini sebagai alat untuk patut menduga memeras pihak sponsor yang selama ini sudah bergabung di PSMS Medan,” jelasnya.

Baginya semenjak adanya permasalahan logo menganggu performa tim menghadapi liga.

“Dampak terhadap pengklaiman ini ke PSMS. Memengaruhi PSMS karena mereka merasa terganggu dgn pemberitaan- pemberitaan, pernyataan tentang dualisme PSMS.  Mulai saat ini tidak ada dualisme dalam PSMS, dimana yang ada satu yang ditunjuk Mahyono sebagi operator PT Kinantan Medan Indonesia sebagai operator untuk menyelenggarakan liga 2,” pungkasnya.

Baca Juga :   Wahyu Setiawan Ajukan Diri Jadi JC

AJUKAN KASASI

Sementara, pihak tergugat Syukri Wardi saat dikonfirmasi menegaskan dirinya akan segera melakukan kasasi terhadap putusan yang menolak hal cipta logo PSMS Medan 1950.

“Kita akan kasasi, tidak ada alasan hakim mengalahkan kita. Tidak ada alasan hakim untuk menerima gugatan mereka. Pertimbangannya satu majelis tidak lengkap, pakai majelis cadangan. Kalau mau putusan itu harus lengkap tidak boleh diganti hakimnya,” tegasnya.

Pihaknya mengklaim Majelis Hakim dalam memutuskan perkara ini seperti secara sepihak. “Kita juga keberatan karena bukti dan pembelaan kita itu dikesampingkan semua sama hakim. Pembelaan itu menyatakan  menguntungkan kita tapi tidak diperhatikan oleh hakim, hakim ini memutuskan sepihak,” bebernya.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya awalnya mendaftarkan hak cipta tersebut untuk itikat baik. “Alasan mereka mendaftarkan hak cipta itu karena tidak beritikad baik. Padahal waktu saya mendaftarkan hak cipta itu saya kan manajer dan direktur PSMS Medan di tahun 2014 karena untuk melindungi PSMS. Dan mereka sekarang ini siapa yang mengklaim PSMS, merek sama hak cipta itu beda, merek masih kita punya,” tutur Syukri.

“Yang sekarang ini kita sudah rampungkan merek logo PSMS itu ke pihak berwajib. Logo itu milik PT Pesemes karena kita yang mendaftarkan. Kita menang di komisi banding.  Apa hak mereka mendaftarkan PSMS padahal sudah ada yang punya,” kata Syukri.

Lebih lanjut, Syukri juga mempertanyakan posisi Pengadilan Negeri dapat memutuskan perkara tersebut.

“Ada apa mereka ini sekarang diterima gugatankan tanda tanya besar bagi penegak hukum. Kami akan laporkan itu ketuanya kalau ada sesuatu. Tidak ada alasan pengadilan memutuskan bahwasanya hak cipta PSMS Medan itu dibatalkankan putusan nya di minta kepada Kementerian Hukum dan HAM untuk membatalkan itu kenapa dia minta kesana, batalin aja dong disini. Kita tunggu nanti putusan dari MA untuk cipta ya, kalau merek kita sudah menang karena gugatan mereka ditolak soal merek,” tegasnya. (*/rri)