PHK Antarkan Belasan Pramugari Jadi Penari Striptis

oleh -27 views

PADA April 2020, Air New Zealand mengonfirmasi ratusan awak kabin di Selandia Baru harus berhenti bekerja imbas pandemi Covid-19.

Penghentian penerbangan dalam jangka panjang tersebut mengikuti kebijakan pemerintah yang memberlakukan kebijakan penguncian (lockdown).

Melansir laman nzherald, dalam sehari, belasan mantan pramugari korban pemutusan hubungan kerja (PHK) telah menjatuhkan lamaran kerja di situs Calendar Girl untuk menjadi penari tanpa busana alias striptis.

“Saat ini akan ada begitu banyak ribuan pramugari, pilot, dan staf lapangan yang berada dalam situasi yang sama dengan saya dan perlu melihat opsi dan karier lain untuk dapat menyiapkan makan malam untuk keluarga mereka,” kata salah seorang mantan pramugari yang telah menjadi penari, yang menolak diungkap identitasnya.

Ketika tabungannya mulai menipis dan lowongan kerja yang terbatas di tengah pandemi, ia memertimbangkan keterampilan lain apa yang dia miliki. Semua itu berawal ketika melihat iklan penari tanpa busana di media sosial dan berpikir akan mengambilnya.

“Mengapa tidak mencobanya dan mencoba sesuatu yang baru? Dan inilah aku. Saya tahu itu bukan masalah pribadi dan perusahaan ingin bisnis berkembang, tetapi virus corona memengaruhi perusahaan secara finansial dan mereka harus melakukan apa yang harus mereka lakukan,” ulasnya.

Baca Juga :   Kelompok Pemuda Tigray Tewaskan 600 Warga

“Itu menghancurkan tetapi ada banyak hal dalam hidup saya yang selalu ingin saya bahas, dan saya rasa ini salah satunya. Ketika sebuah pintu tertutup, yang lain terbuka,” timpal dia lagi.

Meski Calendar Girl tetap menawarkan setiap penari yang tampil untuk mengenakan seragam pramugari. Namun, beberapa mereka menolak dan menyerahkan pakaiannya kembali ke perusahaan.

“Banyak pelanggan akan menyukai seorang gadis berseragam, (tapi) sayangnya itu tidak akan terjadi,” katanya mengakhiri. (*/put)