PERSONAL BRANDING, PENTINGKAH?

oleh -57 views

Oleh:

MUHAMMAD GAFUR QHAFALAH

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unand

 

ISTILAH personal branding acap kali kita dengar saat ini. Sering kali orang berkata bahwa personal branding adalah sesuatu yang penting untuk menunjang karir seseorang menjadi lebih baik (sukses). Semakin hari banyaknya tantangan dan persaingan karir membuat seseorang harus meningkatkan nilai “jual” diri mereka.

Memiliki nilai lebih atau nilai yang berbeda dari orang lain adalah modal utama agar bisa bersaing dalam dunia kerja. Ditambah lagi kita sudah memasuki era internet di mana segala sesuatunya mudah untuk diketahui orang banyak atau sering kita kenal dengan istilah viral. Perlunya aktualisasi diri ini membuat seseorang harus bisa mengimprove kelebihan apa yang ada pada dirinya guna mencapai kesuksesan.

Selain itu personal branding ini tidak hanya berlaku bagi perseorangan tapi juga bagi sebuah perusahaan dalam menjalankan organisasinya terlebih perusahaan bersifat profit. Dengan strategi personal branding yang dijalankan team perusahaan akan menguntungkan bagi penjualan produk atau jasa yang mereka tawarkan pada masyarakat.

Jadi, sepenting apa sih personal branding ini bagi seseorang?

Sebelum itu baiknya kita mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan personal branding ini. Personal Branding adalah sebuah proses dalam mengembangkan potensi diri yang ada pada seseorang agar memiliki nilai lebih untuk membentuk persepsi positif orang lain terhadap diri kita. Dengan kata lain, personal branding juga bisa dijadikan sebagai pembeda satu individu dengan yang lainnya. Dan persepsi inilah yang menciptakan “brand” pada diri seseorang.

Baca Juga :   Cara Membuat Minuman Herbal untuk Vitamin Daya Tahan Tubuh Alami

Ada beberapa pemahanan yang keliru terkait personal branding bahwasanya orang menganggap personal branding itu sama dengan pencitraan. Pernyataan ini tidak sepenuhnya salah dan tidak sepenuhnya juga benar. Personal branding memang memiliki beberapa kesamaan dengan pencitraan, yaitu proses pembentukan persepsi orang lain terhadap diri kita. Namun bedanya adalah pencitraan diindikasikan dengan sesuatu yang negatif. Pencitraan biasanya hanya berlangsung dalam waktu tertentu dalam artian pencitraan hanya menonjolkan sesuatu sesuai apa yang diharapkan orang tanpa adanya “nilai”. Sedangkan personal branding menitikberatkan “nilai” diri seseorang.

Dalam membangun personal branding ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama kita harus kenali diri. Kita harus menyadari apa saja yang menjadi kelebihan diri yang bisa dibagikan serta bermanfaat bagi orang banyak.

Kedua tunjukkan diri anda. Bagaimana anda menyampaikan pesan tentang diri anda kepada orang banyak. Ada banyak media yang dapat digunakan dalam membangun personal branding, salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan media sosial. Melalui media sosial kita bisa mulai menyalurkan dan mengexplore apa yang menjadi kelebihan kita. Contohnya mulai menulis dengan konten-konten yang berkaitan dengan keahlian kita di blog, Menunjukkan aktivitas-aktivitas berupa foto atau video di akun sosial media (instagram, facebook, youtube).

Baca Juga :   Cara Mengatasi Lupa dalam Belajar Anak

Ketiga kembangkan diri anda. Bagaimana cara kita melakukan interaksi sesering mungkin dengan menggunakan media online secara konsisten melalui media sosial yang kita miliki. Karena perkembangan internet yang semakin canggih seperti yang kita tahu saat sekarang ini sangat memudahkan arus informasi dan komunikasi tanpa mengenal jarak dan waktu. Hal ini sangat memungkinkan apa yang kita posting melalui media sosial akan dilirik oleh orang lain.

Saat ini banyak kita ketahui orang-orang dengan personal branding yang baik lahir dengan bantuan media sosial. Bahkan telah memiliki publik nya sendiri. Kita ambil contoh dari media instagram. Banyak kita temui orang yang membangun personal brandingnya dari nol hingga mendapatkan title seorang influencer. Sehingga banyak perusahaan tertarik dan akhirnya memutuskan untuk bekerjasama dengan mereka yang telah memiliki personal branding baik tersebut. Bahkan berkat pengembangan personal branding ini banyak orang menjadi pembicara/narasumber dalam berbagai bidang kegiatan.

Tak bisa di pungkiri banyak perusahaan saat ini dalam menghire karyawan/pekerja akan melihat rekam jejak calon karyawan/pekerja melalui media sosial mereka. Menggunakan berbagai media sosial untuk mencari dan menggali informasi baik dari segi akademik maupun informasi mengenai pengalaman hidupnya. Peranan media yang juga sangat penting dalam proses personal branding membuat seseorang harus mampu dan kreatif dalam menggunakan media sosial dengan bijak agar dapat memberi dampak positif bagi diri sendiri dan setiap orang.

Baca Juga :   Dave Apartment: Selangkah Menuju UI, Antara Kebutuhan dan Gaya Hidup

Namun, dalam membentuk personal branding dibutuhkan niat yang kuat, komitmen, dan tindakan serius serta konsisten. Dan yang paling penting adalah selalu menempatkan diri untuk memberikan nilai terhadap apa yang dilakukan. Walaupun membutuhkan waktu yang lama dalam membangun personal branding, tapi hal itu tidaklah menjadi hambatan yang berarti. Karena ketika seseorang telah berhasil dalam membangun personal brandingnya, maka orang tersebut memiliki nilai kompetitif kuat yang dapat bersaing dalam berbagai bidang, khususnya dunia kerja. Dengan begitu personal branding akan menuntun seseorang kepada sisi terbaik dirinya. (*)