Perantauan Minang di Pandeglang, Jumlah Minimal Konstribusi Maksimal

oleh -106 views

Kabarsiana.com, PANDEGLANG – Perantauan asal Sumatera Barat atau Minangkabau, sangat mudah ditemui di daerah mana saja di seluruh penjuru tanah air pun luar negeri.Begitu pula dengan di Pandeglang, salah satu kota kecil di Provinsi Banten.

Meski dari data yang ada di sekretariat IKM Pandeglang jumlahnya hanya sekitar 300-an KK saja atau lebih kurang 1.200 jiwa, namun konstribusi urang awak ini sangat luar biasa. Dimana, mereka hadir di semua sub sektor kehidupan masyarakat Pandeglang dan memberikan kontribusi yang tidak bisa dikatakan kecil dalam kemajuan Pandeglang.

“Profesi yang mereka geluti bermacam-macam. Mulai dari pedagang pakaian, pedagang akssesoris, rumah makan, apotek dan sebagainya. Juga ada yang tercatat sebagai personil TNI/Polri, ASN dan dokter,” kata tokoh Minang Pandeglang, H Syahruddin.

Malah kata notaris senior ini, salah satu hotel berbintang yang cukup besar di Pandeglang yaitu Hotel Horison juga milik perantauan Minang asal Pariaman yaitu Hj Evi Syahruddin. Begitu pula dengan Hotel Orange yang dimiliki Adrian asal; Bukittinggi.

Baca Juga :   Istri Nurhadi Turut Diamankan KPK

Meskipun dari sisi jumlah warganya tidaklah seberapa, namun kontribusi yang mereka berikan untuk menggerakkan kemajuan perekonomian Kabupaten Pandeglang sangatlah luar biasa.

“Bisa dikatakan, jumlahnya minimalis namun kontribusinya maksimalis,” kata salah seorang deklarator DPP IKM ini serius.

Pria yang akrab disapa Da In dan saat ini juga dipercaya Partai Gerindra sebagai ketua DPC Pandeglang menuturkan, IKM Pandeglang saat ini dinahkodai oleh H Mardianto asal Pesisir Selatan. Sementara ketua DPC dipegang oleh Zulkarnaidi Tanjung asal Pariaman.

Walau mengakui kalau kontribusi yang diberikan perantauan Minang di Pandeglang sudah cukup besar, Da In tetap berharap agar hal itu bisa terus ditingkatkan dari waktu ke waktu.

“Dan satu hal lagi, meski ini sudah menjadi budaya kita, namun tak salah kalau terus diulang-ulang. Dimano bumi dipijak, disinan langik dijunjuang,” katanya berfalsafah. (ted)