Pengamat: Utamakan Memilih Caleg dari Daerah Sendiri

oleh -39 views

PADANG, (BM)– Masyarakat pemilih, khususnya yang sudah terdaftar sebagai calon pemilih tetap, sangat dianjurkan untuk memilih calon anggota legislatif (caleg) yang berasal dari daerah atau lingkungannya sendiri. Hal ini dimaksudkan untuk lebih memudahkan dalam menuntut pertanggungjawaban jika sang caleg terpilih.

Pengamat politik Universitas Sumatera Utara (USU) Ahmad Taufan Damanik menyatakan, selain mempertimbangkan kapasitas dan integritas para caleg, calon pemilih juga harus mempertimbangkan keterikatan caleg dengan daerah dan lingkungan mereka sendiri.

“Secara umum akan lebih aman bagi pemilih untuk menyeleksi caleg-caleg yang memang berasal dari daerah mereka sendiri. Meski tak tertutup kemungkinan untuk menjatuhkan pilihan kepada para caleg yang benar-benar memiliki komitmen kuat, serta hadir dengan menawarkan program-program yang jelas dan terukur. Terpenting, suara Anda jangan sampai dibeli, jangan gadaikan masa depan kita sendiri,” tegas Taufan.

Caleg yang berasal dari daerah atau dekat dengan lingkungan sendiri katanya, akan lebih gampang untuk menelusuri rekam jejaknya. Ini tentu jyga akan lebih memudahkan menuntut pertanggungjawabannya setelah terpilih nantinya. Karena jelas, caleg tersebut memiliki akar yang kuat di daerah asalnya.

Baca Juga :   Ibu dan Anak Jadi Tersangka Penculikan Bocah di Pesanggrahan

Menyoal kapasitas seorang caleg imbuh Taufan, calon pemilih juga harus melihat pada kemampuan personal masing-masing caleg. Karena para caleg itu bakal menjadi legislator, sesuai dengan tugasnya, kapabilitas itu menyangkut kemampuan mereka mengenai legislasi, bujeting dan pengawasan.

“Karena itu, kapabilitas dapat diukur dari kemampuan mereka memahami tata negara, perundang-undangan, aspek legal, merancang pembangunan dan anggaran. Untuk perancangan pembangunan dan anggaran, berarti caleg mestilah faham apa masalah pembangunan di daerah yang diwakilinya, apa skala prioritas di daerah tersebut,” kata Taufan.

Berkaitan dengan poin-poin terakhir inilah, kata Taufan, sangat diperlukan pemahaman dan kedekatan caleg dengan daerah yang akan diwakilinya. Kedekatan mereka kepada masyarakat setempat dalam arti dekat dengan dinamika sosial, ekonomi dan budaya masyarakat, tentu akan lebih memudahkan sang caleg dalam memberikan solusi untuk setiap persoalan yang terjadi. Yang jelas, caleg bersangkutan akan lebih memahami apa yang dibutuhkan konstituen daerah atau lingkungan asalnya.

Dalam konteks ini jelasnya, semakin logis juga bila pemilih lebih mungkin menilai caleg yang dekat dengan daerahnya. Karena memang, hanya yang dekat dengan daerahnyalah yang paling mungkin untuk dinilai. Sementara yang datang dari luar, yang semata-mata hanya untuk kepentingan perolehan suara, akan sangat mungkin mengelabui pemilih dengan publikasi dan pola-pola kampanye yang menyesatkan.

Baca Juga :   5 Tahun Penjara untuk Eks Dirut Perum Jasa Tirta II

“Maka dari itulah, utamakan untuk memilih caleg dari daerah sendiri. Karena merekalah yang paling mengerti apa-apa yang dibutuhkan masyarakat di lingkungannya. Mereka, bisa ditagih kapan saja dibutuhkan,” tandas Taufan.

Pengamat Sosial Politik dari Universitas Andalas, MA Dalmenda Pamuntjak Alam, juga menekankan hal senada. Menurutnya, memilih caleg sebagai penyambung lidah dan suara rakyat, tidak boleh asal-asalan, atau hanya sekadar ikut-ikutan. Selain akan menjadi perpanjangan tangan rakyat di legislatif, para caleg terpilih nantinya adalah orang-orang memang harus berada di depan saat rakyat membutuhkan.

“Lantas, siapa yang bisa diandalkan untuk itu?. Tentunya yang pertama sekali adalah mereka (caleg) yang dikenali dan memiliki keterikatan secara emosional dengan rakyat di daerah itu sendiri. Jadi, selain kapasitas dan rekam jejak, kedekatan dengan daerah juga harus dipertimbangkan. Cerdaslah dalam memilih,” pungkas Dalmenda. (ryn)