Pemkab Dituding Telikungi DPRD di Tengah Jalan, Akibatnya Verifikasi RAPBD-P 2018 Tertunda

oleh -79 views
Rustam Efendi, Anggota Banggar DPRD Kuansing. (Foto: Ardya)

KUANSING (BM) – Hubungan eksekutif dengan legislatif di Kabupaten Kuantan Singingi terganggu. Disharmoni terjadi pada saat dilaksanakan verifikasi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan 2018.

Pemkab Kuansing dituding telah membohongi DPRD Kuansing soal isi pembahasan RAPBD-P 2018 saat verifikasi di Pemprov Riau, Selasa (16/10) kemarin.

Tertundanya verifikasi, karena masih menimbulkan perbedaan, terutama rancangan APBD-P yang telah disetujui bersama antara Pemkab dengan DPRD Kuansing saat pengesahan.

Namun anehnya saat dilakukan verifikasi, apa yang disepakati bersama antara Pemkab dan DPRD Kuansing terkesan hilang saat verifikasi.

“Ini beda. Apa yang kita sepekati bersama saat pengesahan, itu dirubah pemerintah di tengah jalan. Sehingga saat verifikasi, itu jauh dari apa yang disepakati,” kata anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kuansing, Rustam Efendi kepada wartawan di Teluk Kuantan, Rabu (18/10) kemarin.

Rustam pun mengaku sempat bersitegang dengan tim eksekutif guna mempertanyakan perbedaan soft copy draft rancangan yang dibahas tersebut.

Kepada Banggar DPRD Kuansing, kata Rustam, Pemkab Kuansingg beralasan terjadi salah kirim soft copy rancangan ke BPKAD Riau.

Baca Juga :   Bebaskan 30 Ribu Napi, Lapas dan Rutan Hemat Anggaran Hingga Rp 260 M