Pemakzulan Trump Disetujui DPR AS

oleh -57 views

Kabarsiana.com, WASHINGTON — Partai Demokrat di House of Representative Amerika Serikat (AS) menyetujui dua dakwaan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump. Persetujuan dua dakwaan ini dilakukan melalui pemungutan suara dengan hasil yang sangat ketat yakni 23 berbanding 17.

Berdasarkan hasil pemungutan suara tersebut, maka House menyetujui pasal-pasal pemakzulan pada Trump yang diduga menyalahgunakan kekuasaannya terhadap skandal Ukraina, dan menghalangi Partai Demokrat menyelidiki Trump terkait dugaan tersebut. Apabila pemakzulan terjadi, maka Trump akan menjadi presiden AS ketiga yang dimakzulkan.

Dalam audiensi di Kongres, Demokrat menuduh Trump telah membahayakan konstitusi AS, dan keamanan nasional, serta merusak integritas Pemilu 2020. Dalam sebuah panggilan telepon pada Juli lalu, Trump karena meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk menyelidiki saingan politiknya, Joe Biden dari Partai Demokrat.

“Hari ini adalah hari yang menyedihkan, untuk ketiga kalinya dalam lebih dari satu setengah abad, Komite Kehakiman House of Representative telah menyepakati pasal-pasal pemakzulan terhadap presiden,” ujar Ketua Demokrat dari Komite Kehakiman House of Representative, Jerrrold Nadler.

Baca Juga :   Cetak 174 Gol ke 32 Lawan, Kun Aguero Tertajam di Premier League

Jika dimakzulkan, Trump akan menjalani persidangan di Senat pada Januari 2020, bertepatan dengan kampanye pemilihan presiden. Partai Republik yang mengusung Trump menuding Demokrat memiliki tujuan untuk membalikkan kemenangan di pemilihan presiden mendatang. Sementara, Presiden Trump menyebut dakwaan pemakzulan itu adalah bohong belaka.

“Pemakzulan itu adalah tipuan. Itu bohong. Menggunakan kekuatan pemakzulan untuk kasus omong kosong, ini adalah hal yang memalukan bagi negara,” ujar Trump di Gedung Putih.

Trump mengatakan, dakwaan pemakzulan terhadap dirinya tidak akan berpengaruh pada pencalonannya dalam pemilihan presiden 2020. Justru menurutnya, dakwaan itu secara politis akan menguntungkan dirinya.

“Ini hal yang sangat menyedihkan bagi negara, tetapi tampaknya ini baik bagi diri saya secara politis,” kata Trump.

Joe Biden merupakan pesaing Trump dalam pemilihan presiden pada November 2020 mendatang. Trump menuding Biden terlibat dalam korupsi di Ukraina sehingga harus diselidiki. Namun, tuduhan Trump tersebut tidak disertai dengan bukti dan Biden telah membantah tuduhan itu.

Trump dituding telah menyalahgunakan kekuasannya sebagai presiden untuk kepentingan pribadi. Trump disebut telah membekukan bantuan keamanan AS ke Ukraina sebesar 400 juta dolar AS. (*/rol)