Peduli Silek, Theresa Febrysta Fuad Diapresiasi Pahimpunan Silek Tuo Solok Selatan

oleh -89 views
Theresa, saat menerima penghargaan dari tokoh Pahimpunan Silek Tuo Kab. Solok Selatan pada acara Galanggang Silek Tuo Ninang, Alek Anak Nagari Muaralabuh, Sabtu (15/12).

SOLSEL, BM– Sumatera Barat merupakan rumah dari begitu banyak aliran silek tradisi. Tidak hanya sebagai seni bela diri, silek juga sudah menurunkan berbagai produk kebudayaan di Ranah Minang, seperti tari, randai dan sebagainya.

“Silek merupakan inti dari banyak kebudayaan di Minangkabau. Jadi, tradisi ini harus terus dilestarikan,” kata Theresa Febrysta Fuad, S.Sn M.Sn, satu dari dua orang tokoh penerima penghargaan dari Pahimpunan Tuo Silek Kab. Solok Selatan, Sabtu (15/12).

Penghargaan sebagai wujud apresiasi atas dedikasi dan kepedulian Theresa terhadap Pahimpunan Tuo Silek Kab. Solsel itu, diserahkan dalam rangkaian kegiatan Galanggang Silek Tradisi Minangkabau, pada alek Anak Nagari Pasar Muaralabuh. Kegiatan yang dibuka Bupati Solsel itu, berlangsung hingga besok, bertempat di RTH Muaralabuh.

“Penghargaan ini bukanlah tujuan. Terpenting, bagaimana tradisi silek sebagai awal peradaban, sekaligus kebanggan masyarakat Minang, bisa terus dilestarikan,” ujar Master Seni jebolan ISI Padang Panjang ini.

Theresa menyebutkan, silek merupakan bagian dari sistem masyarakat di ranah Minang. Ia dimulai dari rumah gadang, surau, sasaran atau sasana, hingga lapau atau warung-warung tempat bergaul. Budaya silek tumbuh dari rumah gadang ketika mamak mengajarkan adat istiadat dan cara berkerabat.

Baca Juga :   Banjir Rendam Ribuan Rumah di Langkat

“Bagi orang Minang, silek juga merupakan wadah untuk saling bersilaturahmi. Yang pasti, silek adalah pakaiannya orang Minang. Prinsip-prinsip budaya silek terus dibawa dan melekat pada anak-anak Minang dimana saja berada,” papar Theresa. (ryn)