Mulai 2019, BPTD Wilayah III Sumbar Bakal Terapkan Zero Tolerance to Zero ODOL

oleh -52 views
EFRIMON, S.SIT, MM

PADANG, BM– Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumbar, telah mencanangkan zero Over Dimensi dan Over Load (ODOL) sejak 1 Agustus 2018 lalu.

Sesuai amanat UU No. 22/ 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan Raya, penerapan sanski tegas dan aksi zero tolerance siap diberlakukan untuk setiap pelanggaran ODOL, yang memang didominasi truk dan kendaraan berat jenis angkutan barang ini.

“Jelas dan tegas, bahwa ODOL masuk dalam kategori perbuatan pidana, bukan sekadar pelanggaran. Terhadap kasus ini, truknya akan kami kandangkan, sementara untuk penyidikan sepenuhnya menjadi kewenangan pihak kepolisian.

Dari beberapa rangkaian operasi gabungan pola sidang di tempat (Gabpolsipat) yang kami laksanakan, terbukti pelanggaran ODOL sangat terstruktur dan masif,” kata Kasi Lalulintas dan Angkutan Jalan BPTD Wilayah III Sumbar, Efrimon, S.SiT, MM.

Efrimon, saat memantau anggotanya yang tengah melakukan penilangan. Mulai 2019, zero tolerance menjadi harga mati BPTD Wilayah III Sumbar untuk mewujudkan zero ODOL.

ODOL pungkas Efrimon, adalah dimana dimensi kendaraan lebih dari ketentuan, tidak sesuai dengan uji tipe dari rancang bangun, serta terdapat indikasi rekayasa karoseri kendaraan dari landasan menjadi keadaan lengkap atau modifikasi. Ancaman pidana terkait perbuatan ini tegasnya, tidak hanya bagi pengusaha angkutan, namun juga terhadap bengkel karoseri.

Baca Juga :   Pemain Real Madrid Sergio Diaz Terancam Dipenjara Di Paraguay

“Selain menjadi salah satu penyebab tingginya angka kasus kecelakaan, aktivitas truk-truk muatan berlebih dan kelebihan dimensi itu, juga menjadi biang kerok perusak jalan. Tak sedikit kerugian negara yang timbul akibat rekonstruksi dan perbaikan jalan. Kondisi ini tentu tak bisa dibiarkan,” tandas Efrimon.

Dalam kesempatan itu, Efrimon mengajak seluruh pelaku usaha transportasi, baik angkutan umum maupun angkutan barang, untuk mematuhi segala aturan dalam berlalulintas dan berkendara.

“Keselamatan di jalan raya adalah yang paling utama. Sayangi nyawa, patuhi aturan. Jangan sampai pengguna jasa dan masyarakat pengguna jalan lain ikut menjadi korban akibat kelalaian dan faktor kesengajaan kita,” pesan putra Pessel itu. (ryn)