Minat Masyarakat Bali Bertransmigrasi Rendah

oleh -45 views

Kabarsiana.com, DENPASAR – Transmigrasi menjadi salah satu program yang tak pernah dilewatkan pemerintah. Pergerakan penduduk dari satu daerah padat (perkotaan) ke wilayah lain khususnya pedesaan itu, ditujukan untuk pemerataan kesejahteraan. Pemerataan kesejahteraan tentu berbanding lurus terhadap upaya pemberian jaminan penghidupan layak bagi seluruh masyarakat.

Namun yang terjadi, tidak semua masyarakat di Indonesia yang mau ikut program transmigrasi. Contohnya Bali, yang tiap tahun angka transmigrannya cenderung menurun.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau yang akrab disapa Cok Ace itu mengakui, minat masyarakat Pulau Dewata untuk bertransmigrasi sangat rendah. Banyak hal dikatakan menjadi pemicu rendahnya minat tersebut. Salah satunya adalah masih tingginya peluang usaha di Bali.

“Saya kira juga peluang-peluang usaha yang ada di Bali ini kan lebih terbuka. Lagi pula orang-orang Bali yang terjun disektor primer, kebanyak dia sudah langsung ke tersier. Nah kalau di Bali kedua sektor itu masih bisa dijalani dengan harmoni. Sebagai petani dia jalan, sebagai tersier dibidang jasa juga dia jalan. Fenomena ini yang tangkap, kenapa di Bali makin lama makin kurang tertarik orang untuk bertransmigrasi,” ungkapnya, sebagaimana dikutip dari laman RRI, Jumat (13/12).

Baca Juga :   Omzet Pengolahan Ikan di Karawang Turun 30 Persen

Kondisi itu disebut Cok Ace tak lepas dari keberhasilan pemerintah dalam mengelola seluruh sumber daya yang ada. Pemerintah Provinsi Bali dikatakan mampu memeratakan pembangunan dan perekonomian hingga pedesaan.

“Walaupun kelihatannya secara kuantitatif memang keterbatasan lahan, tapi untuk beraktivitas diluar sektor pertanian itu masih ada peluang bagi mereka,” ujar Cok Ace yang masih menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Bali.

Meski selama ini minat masyarakat tergolong rendah, akan tetapi Pemerintah Provinsi Bali diakui tetap membuka slot bagi yang memiliki keinginan bertransmigrasi. Kebijakan itu menurut Cok Ace sebagai upaya mendukung suksesi program transmigrasi secara nasional.

“Ini kan program nasional, kita tetap buka, tetapi ya itu. Fenomena yang terjadi kan minatnya makin menurun, makin menurun. Itu kan alami, kita tidak bisa memaksa. Karena kita melihat memang kecenderungan orang datang ke Bali justru semakin banyak dari tahun ke tahun,” tandas mantan Bupati Gianyar tersebut. (*/rri)