Memasuki Era Public Relation 2.0

oleh -49 views

Oleh: ISHA NEMARA

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unand

 

DI era globalisasi ini semua hal berkembang secara cepat, segala usaha yang dilakukan secara manual beralih menggunakan teknologi yang canggih. Kini dengan sekali klik kita dapat melakukan banyak hal, kita tidak lagi perlu bertatapan muka, dengan fasilitas video call kita bisa langsung wajah melalui layar.

Seiring perubahan tersebut, sebuah perusahaan atau instansi juga dituntut untuk beradaptasi serta menguasai perkembangan teknologi di era globalisasi ini. Kreativitas dan inovasi sangat diperlukan di era ini.

Begitu juga Public Relation (PR) yang biasa disebut dengan HUMAS. PR atau humas sekarang sudah memasuki era Public Relations 2.0 atau sering disebut Cyber PR yaitu adalah realisasi teknologi yang mengubah segalanya, menempatkan orang-orang secara sama dalam proses pengaruh tradisional.

Tidak hanya menjangkau khalayak secara perorangan (bertatap muka), tetapi menggunakan saluran online di mana mereka mempublikasikan dan berbagi informasi untuk berkomunikasi secara langsung dan dengan sebenarnya. Kini, seorang PR tidak hanya mengandalkan skill dalam penyampaian pesan, melainkan PR juga dituntut untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi. membuat konten-kontek yang menarik agar mendapatkan perhatian dari khalayak, dan membuat social media untuk dapat berinteraksi langsung bersama khalayak.

Baca Juga :   Implikasi Kesehatan Reproduksi Terhadap Bonus Demografi

Akses social media yang sudah membumi dan menjadi teman kesehari-harian publik membuat publik memiliki power yang besar membentuk opini, menyebarkan berita, dan mempengaruhi publik lain akan sebuah isu perusahaan, karna siapapun dapat mengakses internet, tidak terbatas ruang dan waktu.

Beberapa perusahaan sudah menerapkan sistem PR 2.0, salah satunya salah satunya PT. Tokopedia, sebagai perusahaan startup yang mempersiapkan dan membangun teknologinya, sampai-sampai perusahaan ini mempunyai server tersendiri guna menunjang keberhasilan perusahaannya.

Tidak hanya dalam perusahaan, hal ini juga diterapkan kedalam instansi, salah satunya  adalah pada humas pemerintah indonesia dimana sekarang humas pemerintah di indonesia sudah memanfaatkan media komunikasi yang baru, seperti web, e-mail, blog, social mdia, forum dll.

Sayangnya, dalam penggunaannya belumlah maksimal, masih banyak berita hoax yang beredar akibat publikasi informasi yang tidak jelas, dan juga masih banyak masyarakat yang mengeluh bahwa kritik dan saran tidak bisa tersampaikan langsung ke humas pemerintah indonesia.

Padahal di era ini PR atau humas tidak hanya menyampaikan pesan dalam komunikasi satu arah tetapi juga sangat dituntut untuk menciptakan komunikasi dua arah, sehingga pesan yang disampaikan dapat direspon langsung oleh masyarakat.

Baca Juga :   Inilah Tiga Spirit Hidup Yudi Edmund, Ketua KTPI Sumbar

Terlebih, pada tanggal 10 Desember 2018 di Istana Negara, Jakarta Pusat Presiden Republik Indonesia, Bapak Jokowi Dodo meminta Humas untuk memanfaatkan teknologi semaksimal mungkin di era revolusi industri 4.0.

“Revolusi industri telah menyediakan teknologi yang bisa membantu, dan sekaligus bisa, hati-hati juga bisa mengambil alih tugas kehumasan. Advance robotic, artificial intelligence, big data analytics,” kata Jokowi di Istana Negara, Senin (10/12/2018).

Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa perlu adanya literasi digital untuk menyaring fitnah dan hoax. Ia juga menambahkan bahwa warga masyarakat Indonesia harus mampu memilih dan memilah informasi. Bayangkan saja, bagaimana bisa era revolusi industri 4.0 diterapkan jika era 2.0 saja belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Seharusnya, pemerintah harus sudah sadar akan hal ini, dan mulai meninggalkan peran humas secara konvensional dan berusaha mengubah citra melalui cara yang lebih kreatif dengan memanfaatkan kemajuan teknologi ini. Perlu memerlukan skill dan teknik yang kreatif untuk mendapatkan perhatian dan kepercayaan masyarakat.

Jika perhatian sudah berhasil terbangun, dan PR 2.0 dapat dengan mudah di mengerti oleh masyarakat, maka humas mempunyai peluang untuk berevolusi ke era industri 4.0. (*)